Akris Fatah. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daera (BPBD) Donggala Akris Fatah mengungkapkan, musibah banjir di Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora lebih berdampak kepada area pertanian.

“Ini ranah Dinas Pertanian untuk memberikan bantuan kepada korban banjir Saloya, karena yang paling terdampak dari banjir Saloya adalah lahan pertanian,” kata Akris di kantornya, Jumat 5 Februari 2021.

Kata Akris, untuk akses jalan dan jembatan sudah bagus dan bisa dilewati seperti biasa.

“BPBD hanya melihat dampaknya, untuk persoalan kerugian masyarakat  akibat banjir di Saloya kami BPBD belum mendatanya,” sebutnya. 

Diberitakan sebelumnya, Desa Saloya Kecamatan Sindue Tombusabora dilanda banjir akibat curah hujan yang beberapa hari ini terus meningkat.

“Sekarang posisi sungai lebih tinggi daripada kampung Saloya pak, habis semua dimasuki air semua terendam,” kata Kades Saloya, Sadrik.

Sadrik yang ditemani anggota DPRD Partai Nasdem M.Taufik itu bermaksud melaporkan musibah banjir tersebut ke BPBD agar segera mungkin memberikan bantuan kepada masyarakat desa Saloya.

Karena menurutnya ada empat dusun di desa Saloya yang membutuhkan bantuan akibat dari banjir tersebut, jika dikalkulasi sekitar 400 KK masyarakat  membutuhkan bantuan. Dia mengakui, sawah milik warga sudah tidak menghasilkan karena rusak dihantam banjir, belum lagi jembatan penghubung desa Saloya dengan Tibo terancam putus.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas