Home Sulteng

Baru 24,22 Persen Pekerja Terdaftar di BPJAMSOSTEK

8
CEGAH CORONA - Petugas di Kantor BPJAMSOSTEK saat memeriksa suhu tubuh peserta yang berkunjung ke kantor mereka, Jumat 20 Maret 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 6.752 perusahaan dengan total 231.145 pekerja di Sulawesi Tengah telah terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK/BPJAMSOSTEK).

Menurut Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Kota Palu Raden Harry Agung, jumlah itu baru berkisar 24,22 persen dari jumlah keseluruhan pekerja di Sulawesi Tengah yang jumlahnya mencapai 946.261 pekerja.

“Sampai 31 Desember 2020, terdaftar 6.752 perusahaan aktif dengan jumlah tenaga kerja 231.145 yang aktif terdaftar sebagai peserta di BPJAMSOSTEK,” ungkap Raden Harry Agung, Jumat 5 Februari 2020.

Masih rendahnya jumlah kepesertaan pekerja di BPJAMSOSTEK disebabkan berbagai hal. Antara lain, kesadaran pekerja akan pentingnya perlindungan sosial.

Kemudian, masih ada sejumlah perusahaan yang hanya mendaftarkan sebagian tenaga kerjanya. Terkait hal ini, pihak BPJAMSOSTEK juga telah bekerja sama dengan pihak Pemerintah setempat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah baik ketenagakerjaan dan kejaksaan untuk menangani ini,” jelasnya.

Sementara itu, terkait program selama masa pandemi, saat ini belum ada program baru yang dikeluarkan oleh BPJAMSOSTEK. Jika di tahun sebelumnya ada kebijakan relaksasi iuran hingga 99 persen, program itu telah berakhir per Januari 2020.

“Untuk tahun 2021 ini masih menunggu respons pemerintah, karena tahun ini juga masih masa pandemi,” katanya.

Sama halnya dengan program relaksasi iuran, program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah lewat BPJAMSOSTEK pun sudah berakhir.

Sejak adanya program BSU Raden Harry Agung menyebut ada peningkatan kepesertaan. Meski kepesertaan baru tidak signifikan, dengan adanya BSU masyarakat lebih mengenal program BPJAMSOSTEK.

Sementara untuk pembayaran klaim, katanya, masyarakat bisa melihat eksistensi BPJAMSOSTEK dalam memberikan perlindungan.

“Jadi tidak perlu ragu jadi peserta BPJAMSOSTEK”.

Selama 2020 BPJAMSOSTEK telah menyerahkan setidaknya senilai Rp155,4 miliar untuk program Jaminan Hari Tua, Rp10,1 miliar untuk program Jaminan Kecelakaan, Rp11,1 miliar Jaminan Kematian dan Rp1,7 miliar untuk Jaminan Pensiun.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas