Home Palu

Vaksinasi 10 Kabupaten di Termin Kedua

13
dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • RS Rujukan Covid di Palu Nyaris Penuh

Palu, Metrosulawesi.id – Saat ini pemerintah telah menyiapkan setidaknya 600-700 kamar khusus pasien Covid-19 di rumah sakit yang terseber di berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, setidaknya sudah terpakai sekitar 60 persen.

Namun, khusus kabupaten/kota yang angka terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19)-nya terbilang tinggi, jumlah kamarnya sangat terbatas. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah dr Jumriani Yunus kepada wartawan saat memantau vaksinasi perdana di Kabupaten Sigi pada Rabu 3 Februari 2021.

“Memang yang saat ini terpakai sekitar 60 persen. Cuma memang di kabupaten atau kota yang terkonfirmasinya banyak itu sangat mengkhawatirkan. Misalnya Kota Palu, ini konfirmasi setiap harinya itu banyak. Jadi rumah sakit rujukan itu semuanya hampir penuh,” ungkap wanita berhijab yang juga Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulawesi Tengah itu.

“Pernah satu kali, kita tidak punya tempat untuk rumah sakit rujukan. Jadi, itu yang kita harus waspada,” jelasnya.

Olehnya, upaya pencegahan dengan melakukan vaksinasi sesegera mungkin diharap mampu memutus mata rantai penyebaran pandemi.

Saat ini, hampir seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah mulai melakukan vaksinasi, diawali dengan memberikan vaksinasi kepada para tenaga medis yang merupakan kelompok paling rentan.

“Masih ada yang belum, pertama yang melaksanakan ini 3 kabupaten kota dulu, Donggala, Poso dan Kota Palu. Sepuluh kabupaten berikutnya itu termin kedua ini, ada yang laksanakan mulai tanggal 1 Februari kemarin,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan telah mendistribusikan vaksin untuk masing-masing kabupaten/kota. Namun ada beberapa kabupaten yang mengambil vaksin tersebut belakangan.

“Kita sudah distribusikan vaksinnya sebelum tanggal itu (jadwal vaksin perdana), jadi ada yang mulai vaksinasinnya kemarin, ada yang hari ini. Semua sementara jalan sekarang, belum ada yang selesai. Untuk tenaga kesehatan diusahakan selesai 21 Februari,” ungkap Jumraini.

Setiap kabupaten yang melakukan vaksinasi diharuskan melakukan pencanangan dan mengekspose vaksinasi tersebut agar diketahui oleh masyarakat, bahwa vaksin yang diberikan benar-benar aman.

“Ini adalah virus yang sudah dimatikan, dan sertifikat halalnya juga sudah keluar pada 8 Januari laku, dari Balai POM 11 Januari, jadi sudah aman,” tandasnya.

Ada sekitar 50 ribu lebih vaksin akan disuntikkan kepada sekitar 25.120 tenaga medis di Sulawesi Tengah. Ditargetkan, realisasi vaksinasi tersebut selesai hingga 21 Februari mendatang.

Sementara untuk vaksinasi massal kepada masyarakat secara umum ditargetkan bisa selesai pada Desember 2021 akhir tahun ini. Vaksinasi untuk masyarakat umum baru akan dilaksanakan setelah vaksinasi kepada kelompok rentan telah rampung dilakukan.

Jumriani juga mengingatkan agar mereka yang telah divaksinasi tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Walaupun sudah divaksinasi, 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjauhi kerumunan) ini tidak bisa kita abaikan,” imbaunya.

“Karena pada saat penyuntikan, anti bodi terbentuk dua minggu setelah penyuntikan. Jadi orang yang sudah divaksin itu tidak serta merta langsung lepas masker dan sebagainya. Jadi kemungkinan masih bisa kena. Dosisnya maksimal setelah vaksinasi kedua,” terang dia.

Setidaknya anti bodi baru bisa melindungi dari virus corona setelah 28 hari sejak divaksin pertama kali.

“Jadi kenapa 3M ini harus tetap kita laksanakan, karena itu.”

“Apalagi kita tidak laksanakan secara massal, karena vaksinnya tidak mencukupi. Jadi yang lain belum terlindungi. Kita baru bisa terlindungi setelah 80 persen masyarakat divaksinasi,” kata dia.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas