Home Nasional

UN Resmi Diganti Dengan Asesmen Nasional

21
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, berdasarkan surat edaran Mendikbud RI, bahwa ujian nasional (UN) untuk formal dan non formal atau kesetaraan tahun pelajaran 2020/2021 ditiadakan, namun akan diganti dengan asesmen nasional .

“Rencana peniadaan UN ini memang sudah lama, terakhir tahun lalu dilaksanakan ujian tersebut. Jadi tahun ini dipertegas lagi oleh pak Mendikbud bahwa sudah ditiadakan lagi UN,” kata Ansyar, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 04 Februari 2021.

Ansyar mengatakan, di asesmen itu akan diambil sebagian sampel dari beberapa peserta didik dengan tujuan untuk mengukur mutu sekolah.

“Jadi bukan mengukur peserta didiknya tetapi mengukur lembaga sekolah itu, karena selain peserta didik, pendidik (guru) juga akan dilakukan asesmen,” jelasnya.

Seperti apakah mengukur kelulusan siswa karena tidak ada UN?, Ansyar menjelaskan, ketentuan lulus dengan kenaikan kelas diserahkan kepada pihak sekolah, gurunya khusunya untuk menentukan kelulusan peserta didiknya tersebut, dengan melihat capaian mereka selama melakukan proses belajar mengajar.

“Kita tau saat ini masih dilakukan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau daring, yang jelas di sekolah itu tidak ada lagi UN,” ujarnya.

Menurut Ansyar, asesmen ini hanya untuk mengukur pencapaian mutu sekolah, beberapa siswa hanya akan diberikan soal tetapi bukan mengukur, hanya ingin diketahui sejauh mana proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah.

“Saya lupa jumlah siswanya berapa yang akan mengikuti asesmen itu, yang jelas hanya beberapa siswa saja, dan itu diambil secara acak oleh Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” katanya.

Apabila kata Ansyar, ada salah siswa yang berhalangan mengikuti asesmen maka akan diganti dengan siswa lain yang siap.

“Olehnya itu kami mengimbau kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan, walaupun dengan keterbatasan kemudian evaluasi yang sebelumnya dalam bentuk ujian, baik UN maupun ujian lainya tetap dilakukan dibawah bimbingan pendidiknya untuk mengevaluasi siswa. Meskipun UN sudah tidak dilaksanakan, tetapi kalau tujuannya untuk mengevaluasi kami silahkan kepada para guru dengan mengunakan teknik masing-masing,” katanya.

Ansyar mengatakan, untuk pelaksanaan asesmen tahun ini sesuai informasi digeser ke September, sebab saat ini kasus pandemi Covid-19 terus meningkat.

“Kami berharap pelaksanaan asesmen ini dapat terlaksana dengan lancar,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas