Home Hukum & Kriminal

Langgar ITE, Salim Baculu Divonis 10 Bulan

14
USAI DIPERIKSA - Politisi Partai Solidaritas Indonesia, Yusuf Lakaseng keluar dari ruang penyidikan Dirkrimsus Polda Sulteng usai dimintai keterangan. (Foto: Istimewa)
  • Yusuf Lakaseng Juga Ditetapkan Tersangka UU ITE

Palu, Metrosulawesi.id – Penyidik Ditkrimsus Polda Sulteng, telah menetapkan status tersangka terhadap politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Yusuf Lakaseng, dalam kasus dugaan tindak pidana terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilaporkan H. Ahmad M. H. Ali.

Bahkan Yusuf Lakaseng, telah kembali menuai surat panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Ia klien saya itu. Statusnya sudah tersangka,” ungkap Rasyidi Bakri SH MH, pengacara yang mendapangi Yusuf Lakaseng selama proses penyidikan di penyidik saat ditemui Metrosulawesi, 3 Februari 2021.

Bahkan, dikatakan Rasyidi Bakri, kliennya Yusuf Lakaseng, telah kembali menerima surat panggilan dari penyidik untuk diperiksa dengan status sebagai tersangka. Pemanggilan pemeriksaan itu dijadwalkan pada Jumat, 5 Februari 2021.

“Surat panggilannya baru saja kita terima,” kata Rasyidi Bakri lagi.

Soal status tersangka yang telah diberikan kepada Yusuf Lakaseng juga dibenarkan Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari. Bahkan Sugeng menerangkan kalau Yusuf Lakaseng telah dipanggil kembali untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Besok, Jumat 5 Februari 2021, baru memenuhi panggilan, karena Penasehat hukumnya (PH) ada sidang di PN hari ini,“ ungkapnya, dikonfirmasi, Kamis, 4 Februari 2021.

Data yang dihimpun Metrosulawesi, sebelumnya, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pernah dipanggil penyidik pada tanggal 3 Desember 2020. Namun saat itu panggilan penyidik terhadap Yusuf Lakaseng masih sebatas permintaan keterangan. Pasalnya kasus ITE, yang dilaporkan Ahmad M. H. Ali, saat itu masih ditahap penyelidikan.

Selanjutnya, Yusuf Lakaseng dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin, 1 Februari 2021, karena penyidik telah meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana ITE itu, dari penyelidikan ke penyidikan. Karena salah satu dasar pemanggilan Yusuf Lakaseng, adalah Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/03/I/2021/Ditreskrimsus, tanggal 08 Januari 2021.

Dan untuk kali ketiganya ini, penyidik memanggilnya, namun untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus ITE yang dilaporkan Ahmad M Ali.

Vonis Salim Baculu

Sementara itu, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, kasus ITE yang juga menjerat Salim Baculu, telah selesai disidangkan, Kamis 4 Februari 2021. Dalam sidang pembacaan putusan itu Ketua Majelis Hakim Demon Sembiring menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Salim Baculu. Terdakwa Salim diadili atas laporan korban Asri M Taher.

Dalam amar putusan, selain pidana penjara, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Sulawesi Tengah itu harus membayar denda Rp7 juta, subsidair 2 bulan kurungan.Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan.

“Menyatakan terdakwa  Salim Baculu terbukti bersalah secara sah  dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana dibidang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ungkap ketua majelis hakim Demon Sembiring didampingi hakim anggota Ernawati Anwar dan Yakobus  Manu.Turut dihadiri JPU Abdullah dan Egar Mahesa selaku penasehat hukum terdakwa.

Pertimbangan atas hukuman itu, yang memberatkan kata Demon, perbuatanya terdakwa meresahkan masyarakat dan tidak menyesali perbuatanya. Namun atas putusan tersebut, terdakwa menerimanya, sementara Jaksa Penuntut Umum menyatakan masih pikir-pikir. Usai putusan Demon Sembiring memberikan kesempatan 7 hari kepada pihak menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum lain.

Diuraikannya secara singkat, berdasarkan dakwaan JPU kejadian sekitar bulan Februari hingga Maret 2020 di sejumlah lokasi. Lokasi-lokasi itu, yakni di Jalan Setia Budi Kota Palu; Jalan Lembu, Kelurahan Tatura, Kecamatan Palu Selatan; serta di Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur.

Terdakwa melalui grup WhatsApp (WA) dan akun facebook dengan menggunakan handphone miliknya mengunggah beberapa kalimat yang ditujukan pada korban. Sehingga perbuatan terdakwa mengindikasi atau tindakan memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap Asri M. Taher.

Reporter: Sudirman, Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas