Home Sulteng

Gubernur Hentikan Bansos Covid

Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, disebut menghentikan bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin terdampak virus corona (Covid-19). Bansos tersebut tidak lanjutkan lagi dalam tahun ini.

“Tidak lanjut lagi, tapi kalau nanti ada kebijakan recofusing, kami di Dinsos siap saja,” ungkap Kepala Dinsos (Dinas Sosial) Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, kepada Metrosulawesi, Selasa, 2 Februari 2021.

Diketahui, pada tahun 2020, bansos dari gubernur disalurkan untuk dua bulan pada Juli-Agustus lalu. Bansos disebut sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulteng atas pandemi Covid-19 yang diperuntukkan ke 146.722 Kepala keluarga (KK) miskin di daerah ini.

Bantuan disalurkan dalam bentuk beras 10 kilogram per KK melalui perpanjangan Dinsos kabupaten/kota. Saat itu, anggaran yang dialokasikan bansos untuk warga miskin mencapai Rp32 miliar. Ridwan Mumu membeberkan anggaran bansos tersebut tidak terealisasi 100 persen.

“Dari 13 kabupaten/kota penerima bansos gubernur, ada satu kabupaten yang tidak membelanjakan sama sekali,” beber mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng itu.

Kabupaten dimaksud yaitu Banggai dengan jatah anggaran bansos mencapai sekitar Rp4,7 miliar. Ridwan menjelaskan Pemkab Banggai tak membelanjakan anggaran tersebut karena saat bersamaan banyak bantuan yang masuk ke kabupaten itu.

“Saat itu banjir bantuan ke Banggai, dari kementerian sosial datang, dan dari Kemendes juga datang. Karena banyak bantuan, mereka tahan yang dari gubernur, takut tumpang tindih. Selain itu, di sana juga ada perusahaan besar yang membantu,” jelasnya.

Ridwan menyebut anggaran Rp4,7 miliar itu masih berada di kas daerah Pemkab Banggai. Selain Banggai, Kabupaten Poso juga disebut masih memiliki sisa anggaran bansos dari gubernur sebanyak Rp1,8 miliar.

“Kalau Kabupaten Poso, dari kuota bantuan yang kita berikan setelah dilakukan validasi data, ternyata hanya setengah yang berhak menerima. Jadi setengah lagi (anggaran) mereka simpan,” ujar Ridwan.

Adapun bansos gubernur untuk 11 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah terealisasi 100 persen. Ridwan menambahkan, masyarakat miskin penerima bansos gubernur ditetapkan dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Sulteng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas