Home Hukum & Kriminal

Terdakwa Kasus Kosmetik Ilegal Divonis 6 Bulan Penjara

28
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Vonis yang dilayangkan majelis hakim kepada terdakwa Ardiansya alias Anca jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU). 

Dalam sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa, 2 Februari 2021, terdakwa Ardiansyah yang dijerat dengan UU tentang tindak pidana kesehatan divonis 6 bulan penjara, dan denda senilai Rp2.500.000, subsider satu bulan kurungan.

Sementara, tuntutan dari JPU terhadap terdakwa sebelumnya 5 tahun penjara denda Rp 5 juta subsider 3 bulan kurungan. Vonis terdakwa itu, dibacakan ketua majelis hakim HJ. Aisa H Mahmud.

Perbuatan terdakwa, menurut amar putusan majelis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar  sebagaimana dalam dakwaan tunggal. Sama dengan pembuktian yang dilakukan JPU.

Hanya salah satu pertimbangan dalam putusan bahan-bahan seperti alat kosmetik illegal yang diedarkan terdakwa tidak mengandung bahan beracun.

“Terhadap putusan itu, jelas kami akan banding. Sungguh jauh sekali,” kata Abdullah SH,  JPU yang menyidangkan kasus itu.

Kapan pastinya JPU akan menyatakan banding, kata Abdullah, rencananya akan dilakukan pada pekan mendatang.

“Putusan perkara itu kan Selasa, 2 Februari 2021 kemarin. Dan kesempatan yang diberikan selama tujuh hari. Jadi rencananya kita nyatakan Senin, pekan depan,” tandasnya ditemui, Rabu, 3 Februari 2021.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas