Home Hukum & Kriminal

Pendemo: Copot Kajati Sulteng

10
DI KEJATI SULTENG - Para pendemo dari LS-ADI saat melakukan aksi demo mempertanyakan penanganan kasus jembatan Palu IV. (Foto: Dok. Sudirman)
  • LS-ADI Tanyakan Penanganan Kasus Jembatan IV

Palu, Metrosulawesi.id – Massa dari Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Kota Palu mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, Rabu 3 Februari 2021. Mereka menagih penyelesaian kasus dugaan korupsi pada pembayaran eskalasi atau hutang pekerjaan pembangunan Jembatan Palu IV.

Dalam selebaran yang mereka bagikan terdapat tuntutan yang meminta agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng dicopot.

“Copot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah,” bunyi tulisan dalam selebaran itu.

Selain itu mereka juga menyatakan mosi tidak percaya kepada Kejaksaan Tinggi Sulteng.

Aksi demo kembali dilakukan LS-ADI ini, mempertanyakan kejelasan serta kelanjutan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran eskalasi atau hutang pekerjaan pembangunan jembatan Palu IV, atau jembatan Ponulele, yang kini tinggal kenangan, setelah 28 Sepetember 2018 silam lalu rubuh akibat bencana gempa bumi disertai tsunami dan likuifaksi.

Koordinator aksi, Mastang mengatakan, hingga masuk tahun 2021 penanganan kasus dugaan tipikor terkait pembayaran eskalasi jembatan Palu IV, oleh Kejati Sulteng belum juga usai. Keseriusan Kejati Sulteng, terlihat seperti tanpa taring (ompong).

Padahal penyidik Kejati Sulteng, pada Agustus 2020 silam, telah menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial ID, S dan NMR yang diketahui adalah direktur dari PT Global Daya Manunggal (GDM) rekanan dalam pekerjaan jembatan Ponulele tahun 2007.

“Memasuki Februari 2021, penyelesaian kasus ini belum juga menemui titik terang,” ungkapnya.

Suasana di depan Kejati Sulteng. (Foto: Dok. Sudirman)

Mastang menerangkan, sudah lima kali LS-ADI melakukan aksi dan dua kali beraudiens langsung dengan pihak Kejati Sulteng. Namun ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak lima bulan yang lalu sampai saat ini belum jelas status hukumnya.

“Kami menduga, ke tiga orang tersangka tersebut adalah fiktif. Kemudian beredarnya info mengenai oknum Kejati terima proyek, menguatkan dugaan bahwa Kejati Sulteng sudah masuk angin,” tegasnya sebagaimana pula yang tertuang di selebaran yang dibagikan.

Karena hal itulah tanpa kompromi para pendemo dari LA-ADI menyatakan mosi tidak percaya kepada Kejati Sulteng, dan kemudian menyatakan satu-satunya tuntutan, yakni menuntut copot Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng.

Aksi yang digelar LS- ADI Kota Palu saat itu menuai jawaban dari pihak Kejati Sulteng. Mewakili Kajati Sulteng, Asisten Pidana Khusus Kejati Sulteng Edward Malau SH MH, menerima para pembawa aspirasi terkait penanganan kasus jembatan Palu IV.

Kepada para pendemo, Edward Malau, secara normatif menjelaskan tahapan penanganan kasus dugaan korupsi terkait pembayaran eskalasi jembatan Palu IV yang sedang mereka tangani, termasuk para tersangka yang telah ditetapkan di kasus itu.

Sejatinya kata Edward kasus tersebut masih ada di tangan mereka dan penanganannya masih sementara terus dilakukan.

“Di sini ada disinggung suap menyuap. Suap menyuap itukan perlu alat bukti. Kita sudah menyurati PPATK, pada bulan September 2020. Mungkin karena kesibukan-kesibukan itu baru kita terima. Jadi karena sepintas, sepertinya gampang ya… menyidik perkara korupsi itu. Tapi kita harus tahu yang korupsi itu adalah orang pintar bukan orang bodoh. Orang bodoh mencuri, merampok, menipu. Di situ kita adu logika. Peraturan mana, pembuktian mana, jangan kita sampai gagal di pengadilan,” ujarnya, memberikan penjelasan.

Karena itulah, Edward hanya meyakinkan kepada para pendemo yang mewakili aspirasi masyarakat, agar bersabar karena penanganan kasus itu masih tengah mereka lakukan. Bahkan dengan tegas Edward mengatakan kalau ketiga tersangka masih tetap tersangka.

“Tidak ada istilah dihentikan. Itu informasi, kalau ada yang menyatakan ketiganya itu sudah tidak jadi tersangka saya yang bertanggungjawab. Catat nama saya,” tandasnya.

Reporter: Sudirman
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas