Home Sulteng

Pasien Covid Dapat Santunan Rp15 Juta

18
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Ridwan Minta Kabupaten/Kota Segera Kirim Data

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, mengungkapkan pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia berhak mendapat santunan duka sebesar Rp15 juta perjiwa. Santunan duka tersebut akan diserahkan kepada ahli waris pasien korban Covid-19.

Menurut Ridwan, hal ini telah disampaikan ke Dinsos kabupaten/kota sejak Juli 2020, agar mendata warga yang meninggal akibat terpapar virus corona. Namun sayangnya, sampai saat ini kabupaten/kota tak kunjung mengirim data ke Dinsos Provinsi Sulteng.

“Ini sangat kita sayangkan karena sudah dari Juli 2020 kami menyurat ke Dinsos kabupaten/kota. Melalui wawancara ini, kami minta segeralah dikirim data nama-nama yang meniggal karena Covid dan dokumen pendukung agar kami teruskan ke pusat. Dari kementerian (Kemensos) sudah menyiapkan dana santunan duka untuk yang meninggal sebesar Rp15 juta,” ungkap Ridwan kepada Metrosulawesi, Selasa, 2 Februari 2021.

Disebut, surat yang disampaikan ke Dinsos kabupaten/kota menindaklanjuti edaran Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos (Kementerian Sosial) RI tertanggal 18 Juni 2020. Surat edaran tersebut perihal penananganan perlindungan sosial bagi korban meninggal dunia akibat virus corona.

Ridwan mengatakan santunan duka untuk pasien Covid-19 meninggal merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial dan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2015 Tentang Bantuan Langsung Berupa Uang Tunai Bagi Korban Bencana.

“Pasien Covid merupakan korban bencana non alam yang bisa mendapat santunan duka sesuai UU dan Permensos. Santunan akan diserahkan kepada ahli waris keluarga inti atau keluarga dekat lainnya,” ujarnya.

Syarat utama untuk mendapat santunan duka pasien Covid-19 harus ada surat keterangan atau pernyataan dari Puskesmas, rumah sakit atau dinas kesehatan setempat. Surat dimaksud yang menyatakan bahwa benar pasien yang akan mendapat santunan duka meninggal karena terpapar Covid.

“Jadi mungkin prosesnya mulai dari pihak RT untuk membuktikan bahwa benar yang akan mendapat santunan duka merupakan warganya. Selanjutnya, ada surat keterangan dari pihak rumah sakit. Inilah yang harus dikirim kabupaten/kota ke kami untuk diteruskan ke Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos,” ucap Ridwan.

Ridwan menambahkan proses pembayaran santunan duka akan dilakukan melalui transfer bank ke rekening ahli waris. Pembayaran ini sama seperti hak santunan duka korban meninggal akibat bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di daerah ini pada 2018 lalu.

“Sekali lagi saya sampaikan agar kiranya dengan surat yang sudah kami smapaikan ke Dinsos kabupaten/kota untuk segera direspon. Tujuannya agar uang santunan duka itu cepat diterima oleh ahli waris. Memang Rp15 juta tidak sebanding dengan nyawa, tapi di situlah bentuk kehadiran Kementerian Sosial melalui Dinsos provinsi dan kabupaten/kota,” tandas Ridwan.

Diketahui, berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulteng per 1 Februari 2021, total jumlah pasien meninggal terkonfirmasi positif corona untuk Sulawesi Tengah sebanyak 194 jiwa.

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas