dr Syahriar. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Lima pejabat di RS Kabelota terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya pelayanan administrasi di lantai II RS Kabelota itu harus ditutup sementara.

“Ada lima staf saya terkonfirmasi berdasarkan VCR, kelimanya adalah staf administrasi yang berkantor di lantai II RS Kabelota. Hanya saya saja dan Pak Huzair aman, karena pejabat di RS Kabelota memang cuma tujuh orang saja, eselon III, dan eselon IV,” kata Direktur RS Kabelota dr Syahriar ditemui di kantor bupati, Senin 1 Februari 2021.

“Kelima pejabat yang terpapar covid adalah kepala tata usaha, kabid pelayanan medik, kasubag keuangan, kasubag perencanaan, dan kepala seksi penunjang non medis. Mereka sudah saya istirahatkan selama 14 hari ke depan,” sebutnya.

Dikatakannya lagi permasalahan ini sudah disampaikannya kepada Sekda Rustam Efendi dan pelayanan kesehatan tetap berjalan, walaupun staf administrasi terpapar Covid-19.

“Pelayanan pasien tetap berjalan, RS Kabelota tidak bisa ditutup, hanya pelayanan administrasi saja kita tutup, kalau pasien mau berurusan administrasi (pembayaran) di lantai I,” tukasnya.

Disinggung besaran dana operasional RS Kabelota tahun 2021 mantan kepala puskesmas donggala ini menjawab belum mengetahuinya, sebab dokumen APBD 2012 belum dilihatnya.

“Saya tidak pernah tertutup persoalan anggaran RS kabelota, tema-teman wartawan silahkan foto kalau dokumen APBD 2021 sudah ada dengan saya, waktu pembahasan Desember 2020 kemarin saya mengusulkan 20 miliar, tapi yang disetujui itu hanya 4 miliar saja, tapi saya sangat bersyukur dengan dana 4 miliar itu, ada kenaikan dibanding tahun kemarin hanya 1-2 miliar saja,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas