Home Ekonomi

Indeks NTP Tanaman Pangan Turun

21
Dumangar Hutauruk. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama Januari 2021, Sulawesi Tengah mengalami penurunan indeks nilai tukar petani (NTP) pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,37 persen.

“Yakni dari 97,45 poin pada Desember 2020 menjadi 97,09 poin pada Januari 2021,” kata Kepala BPS Sulteng, Drs. Dumangar Hutauruk, M. So saat memaparkan perkembangan indeks melalui virtual, Senin, 1 Januari 2021.

Menurutnya, penurunan disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) yang sebesar 0,26 persen lebih rendah dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,63 persen.

“Peningkatan It pada subsektor tanaman pangan di bulan Januari 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima petani pada subkelompok padi 0,27 persen dan subkelompok palawija naik sebesar 0,20 persen,” ujarnya.

Sedangkan, ia mengatakan bahwa indeks harga yang dibayarkan petani pada subsektor tanaman pangan di Januari sekitar 108,68 poin atau naik sebesar 0,63 persen dari bulan sebelumnya sebesar 108,00 poin.

“Hal ini karena indeks harga untuk konsumsi rumah tangga dan indeks harga untuk biaya produksi serta penambahan barang modal naik masing-masing sebesar 0,65 persen dan sebesar 0,59 persen,” katanya.

Sementara itu, BPS Sulteng juga mencatat selama Januari 2021 terjadi pula pada subsektor hortikultura yang mengalami peningkatan NTP sebesar 0,91 persen atau berubah dari 96,38 pada Desember 2020 menjadi 97,25 pada Januari 2021.

“Peningkatan NTPH disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,24 persen lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayarkan petani yang naik sebesar 0,33 persen,” sebutnya.

Dijelaskan, Indeks harga yang diterima petani subsektor hortikultura pada Januari 2021 sebesar 105,13 poin. Kenaikan indeks harga yang diterima petani, menurutnya dipengaruhi  naiknya indeks harga pada kedua subkelompok subsektor tanaman hortikultura.

“Yaitu, subkelompok sayur-sayuran dan subkelompok buah-buahan yang naik masing-masing sebesar 1,17 persen, dan 1,69 persen, sementara pada subkelompok tanaman obat-obatan mengalami penurunan indeks sebesar 0,26 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Dumangar mengatakan terjadi indeks harga yang dibayar petani hortikultura pada bulan Januari 2021 sebesar 108,10 atau naik sebesar 0,33 persen dari bulan sebelumnya.  Peningkatan Ib disebabkan meningkatnya indeks harga untuk konsumsi rumahtangga sebesar 0,40 persen.

“Sedangkan indeks harga untuk biaya produksi dan penambahan barang modal turun sebesar 0,06 persen, ” tandas Dumangar.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas