Home Hukum & Kriminal

Yahdi Basma Dituntut 1 Tahun Penjara

13
Yahdi Basma. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Jaksa Penuntut Umum ( JPU) telah melayangkan tuntutannya kepada terdakwa Yahdi Basma, salah satu anggota DPRD Provinsi Sulteng yang terjerat tindak pidana ITE, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin 1 Februari 2021.

Dia terdakwa Yahdi Basma, dituntut pidana penjara 1 tahun. Tuntutan itu dibacakan JPU Abdullah SH pada sidang lanjutan yang diketuai Muhammad Djamir SH MH dan turut dihadiri penasehat hukum terdakwa Hizbuddin D Wahab Cs.

Tuntutan itu, dilayangkan kepada terdakwa, karena menurut JPU perbuatan terdakwa Yahdi Basma telah terbukti bersalah melanggar ketentuan Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE) dengan korbannya, Longki Djanggola. Selain pidana penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda  Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah  sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo 45 ayat (3) UU RI No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata JPU Abdullah.

Abdullah mengatakan , hal memberatkan perbuatan terdakwa menyebabkan Longki Djanggola merasa dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, dalam kedudukannya selaku Gubernur Sulteng, merasa dituduh oleh terdakwa seolah-olah tidak memperhatikan keadaan rakyat korban bencana PASIGALA, malahan membiayai aksi people power.

Selain itu, terdakwa selaku anggota DPR seharusnya menanyakan kebenaran berita tersebut kepada Longki Djanggola, sebelum diunggah ke media sosial (medsos) WhatsApp.  Usai membacakan tuntutannya, Ketua Majelis Hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan  pada sidang Senin (8/2) pekan depan.

Seperti diketahui, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola memperkarakan Yahdi Basma karena tidak terima dituduh sebagai pendana aksi people power di Sulteng. Yahdi diduga menyebarkan editan tajuk koran harian Mercusuar dengan judul berita; ‘Longki Djanggola Membiayai Aksi People Power di Sulteng’.

Saat itu, Yahdi Basma menyebarkan itu melalui group percakapan di Whatsapp dan juga Facebook. Pemimpin Redaksi Mercusuar, Tasman Banto menegaskan headline itu merupakan hasil rekayasa.

“Halaman koran berita diubah dan diedit, yang merupakan berita utama atau headline,” kata Tasma, kala itu.

Yahdi sendiri menyebut ia hanya menjadi korban orang yang mengedit foto koran yang disebarnya.

“Sebenarnya bila dia anggap itu adalah berita hoaks atau tidak yakin akan kebenaran berita itu, mestinya dia tidak langsung menyebarkan melalui media sosial. Dia kan bisa menghubungi saya, bisa mengklarifikasi kepada saya atas hal itu, ” sebut Longki beberapa waktu lalu, saat awal perkara ini mencuat dan dilaporkan ke Polda Sulteng.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas