Home Donggala

Warga Donggala Diberi Buku Rekening Kosong

REKENING KOSONG - Salah seorang korban bencana memperlihatkan buku rekening kosong yang diterimanya. (Foto: Istimewa)
  • Masih Banyak Korban Bencana Belum Terima Dana Stimulan

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, memberikan rekening kosong kepada korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam.

Berdasarkan data yang diperoleh masih ada sebanyak 4.417 korban bencana di daerah itu belum sepenuhnya menerima dana rehab rekon. Bahkan ada juga yang belum terdata hingga saat ini.

Seperti yang dialami ibu Ana warga Desa Marana Kecamatan Sindue yang menjadi salah satu korban yang rumahnya rata dengan tanah mengatakan, selama dua tahun dirinya sudah beberapa kali didata oleh fasilitator yang ditugaskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Donggala. Namun hingga saat ini bantuan dana stimulan tak kunjung tiba.

“Sejak sosialisasi pertama pascabencana, saya sudah berapa kali didata, tapi sampai sekarang belum dapat bantuan dana stimulan,” jelasnya.

Saat ini ibu Ana dan keluarganya tinggal di Huntara sambil menunggu bantuan dana stimulan.

“Kata pemerintah menunggu pihak bank mencetak buku rekening, dan semoga cepat terealisasi supaya bisa membangun rumah saya kembali,” harapnya.

Sementara para korban rusak berat lainnya mengaku baru menerima buku rekening tanpa saldo atau rekening kosong yang diberikan oleh pihak BPBD Donggala.

Menurut Sartati, warga dusun II Desa Batusuya Go’o, dirinya baru menerima buku rekening tanpa saldo dengan berstempel tidak bisa dicairkan tanpa ada rekomendasi dari pihak dinas terkait.

“Pemerintah Kabupaten Donggala secepatnya mencairkan dana stimulan agar mereka bisa membangunkan kembali rumah yang roboh akibat gempa bumi/tsunami dan likuifaksi pada 28 September silam,” harapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan ibu Diana, hingga saat ini pemerintah daerah terus menerus mengumbar janji terkait dana stimulan.

“Sudah 2 tahun saya sama keluarga tinggal di pondok-pondok sambil menunggu bantuan dana stimulan,” tutupnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Akris Fatah mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan dana stimulan kepada para korban telah mencapai 97 persen.

Menurut Akris Fatah,dana stimulan kini tersisa sekitar Rp10 miliar lebih dari Rp516 miliar. Dana sisa tersebut akan disalurkan pada tahun 2021 ini.

“Jadi kami sudah salurkan tahap 1 dan tahap 2 mulai dari tahun 2019 sampai Desember 2020 lalu mencapai 97,82 persen tinggal 2,8 persen lagi yang belum selesai,” jelasnya.

Sementara fakta di lapangan, proses penyaluran dana stimulan di Kabupaten Donggala masih terdapat ribuan korban yang belum menerima seratus persen untuk rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas