Home Hukum & Kriminal

Kapolres Palu Imbau Warga Korban Kejahatan Buat Laporan Resmi, Bukan Posting di Medsos

106
AKBP Riza Faisal SIK. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal SIK, MM mengimbau agar masyarakat yang jadi korban kriminal untuk melapor ke polisi, bukan dengan mempostingnya di media sosial (medsos).

“Jangan takut untuk melaporkan tindakan kejahatan, agar tidak ada lagi korban yang lainnya,” kata Riza kepada Metrosulawesi, Senin 1 Februari 2021.

Imbauan yang disampaikan Kapolres Palu berangkat dari kasus jambret yang berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Palu. Penyidik sempat terkendala keterangan korban yang tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Korban jambret tersebut hanya memposting kejadian yang dialaminya di media sosial.

“Hanya mempostingnya di FB, dan saat dimintakan untuk membuat laporan resmi korban dengan berbagai alasan menolak, dan alasan yang paling sering dikarenakan takut membuat laporan,” ucap Kapolres.

“Beruntung pelaku yang berhasil diamankan itu, ada kasus yang lainnya yang dapat menjerat hukum pelaku,” tambahnya.

Kapolres Riza mengatakan, kasus serupa juga pernah terjadi. Kala itu korban jambret juga tak mau membuat laporan resmi. Padahal salah satu korbannya mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian lengannya.

“Tidak mau buat laporan, tapi malah memposting kejadian itu di media sosial,” kata Kapolres.

Oleh karena itu katanya, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau warga Kota Palu yang menjadi korban kejahatan, tidak segan-segan melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya ke polisi bukan ke media sosial.

Kapolres mengatakan, memposting kejahatan ke media sosial hanya akan membuat pelaku kejahatan akan lari bersembunyi.

“Bila sudah menyebar di media sosial, pasti pelakunya sudah lari bersembunyi. Dan itu akan menyulitkan kami untuk menangkapnya,” ujarnya.

AF alias Bian (18) salah satu pelaku jambret di 15 titik, mengaku sempat lari bersembunyi saat melihat aksinya di postingan media sosial.

“Saya langsung bersembunyi. Malah saya sempat keluar dari Kota Palu beberapa hari, saat saya melihat korban jambret memposting di FB. Dan saya tahu itu korban saya, karena lokasinya tempat saya melakukan aksi jambret,” ungkapnya.

Bian mengaku kembali beraksi setelah postingan aksi jambretnya di FB ‘dilupakan’ warga net. Hingga akhirnya dia tertangkap oleh polisi.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

1 COMMENT

Ayo tulis komentar cerdas