Home Ekonomi

Investasi di Sulteng Tembus Rp30,88 Triliun

BERI KETERANGAN - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tengah Shandra Tobondo saat memberikan keterangan. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Lampui Target, Urutan Kelima Investasi PMA

Palu, Metrosulawesi.id – Realisasi investasi periode Januari-Desember 2020 di Sulawesi Tengah berhasil mencapai senilai Rp30,88 triliun.

“Angka ini melebihi dari total target yang diberikan oleh BKPM RI sebesar Rp24,20 triliun dengan persentase pencapaian, yaitu sebesar 127,60 persen,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng Ir. Christina Shandra Tobondo MT dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi, Senin 1 Februari 2021.

Shandra mengatakan, dari Rp30,88 triliun, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp25,62 triliun atau sekira 83 persen. Angka ini katanya, lebih besar bila dibandingkan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang hanya Rp5,26 Triliun atau 17 persen.

Shandra mengatakan, realisasi investasi sebesar itu mampu menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 10.506 orang.

Secara nasional kata Shandra, Sulteng berada di peringkat 12 realisasi investasi PMA dan PMDN. Sementara untuk realisasi investasi PMA se Indonesia, Provinsi Sulteng berhasil masuk 10 besar, yaitu berada di peringkat kelima.

Dari sisi tujuan investasi kata Shandra, Morowali masih berada di urutan pertam. Disusul Morowali Utara, Poso, Kota Palu dan Kabupaten Banggai.

Sementara itu, lima negara teratas dengan realisasi investasi terbesar di Tahun 2020 (Januari – Desember 2020) yaitu: R.R. Tiongkok (Rp10,31 triliun; 39,55%); Singapura (Rp7,38 triliun; 28,80%); Hongkong RRT (Rp4,51 triliun; 17,60%); Taiwan (Rp3,45 triliun, 13,46%); dan Inggris (Rp33,64 miliyar, 0,13%).

Berdasarkan sektor usaha, kata Shandra, lima besar sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar di tahun 2020, antara lain: Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (Rp22,84 triliun, 74,0%); Listrik, Gas dan Air (Rp4,02 triliun, 13,0%); Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan (Rp1,22 triliun, 3,9%); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp1,01 triliun, 3,6%); dan Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp853,98 miliyar, 2,8%).

Shandra mengakan, ada tiga sektor usaha dengan nilai realisasi investasi terbesar. Pertama, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (Rp22,84 T ; 74,0%) yang terbesar adalah PT Huayue Nickel Cobalt (Rp5,43 triliun), PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (Rp3,37 Triliun), dan PT Dexin Steel Indonesia (Rp3,34 triliun) di Kabupaten Morowali.

Kedua, listrik, Gas dan Air (Rp. 4,02 T ; 13,0%) yang terbesar adalah PT Poso Energy (Rp2,93 triliun) di Kabupaten Poso, PT Morowali Power Mandiri (Rp. 763,30 Miliar) di Kabupaten Morowali, dan PT Arkora Sulawesi Selatan (Rp. 200,43 miliar) di Kabupaten Poso.

Dan ketiga, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan (Rp. 1,22 T ; 3,9%) yang terbesar adalah PT Nusamas Griya Lestari (Rp. 456,30 miliar), PT Cipta Agro Nusantara Alam (Rp266,61 miliar), dan PT Kirana Sinar Gemilang (Rp238,93 miliar) di Kabupaten Morowali Utara.

Capaian Realisasi PMA terbesar berdasarkan sektor usaha juga ada tiga sektor usaha dengan nilai realisasi terbesar antara lain: Pertama, Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya yang terbesar adalah PT Huayue Nickel Cobalt (Rp5,43 triliun), PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (Rp3,37 Triliun), dan PT Dexin Steel Indonesia (Rp3,34 triliun) di Kabupaten Morowali.

Kedua, Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi yang terbesar adalah PT Bintang Delapan Terminal (Rp785,16 miliar) di Kabupaten Morowali.

Dan ketiga, Listrik, Gas dan Air yang terbesar adalah PT Morowali Power Mandiri (Rp. 763,30 Miliar) di Kabupaten Morowali.

Capaian Realisasi PMDN terbesar berdasarkan sektor usaha, ada tiga sektor usaha dengan nilai terbesar antara lain: Pertama, Listrik, Gas dan Air yang terbesar adalah PT. POSO ENERGY (Rp. 2,93 triliun) dan PT Arkora Sulawesi Selatan (Rp200,43 miliar) di Kabupaten Poso.

Kedua, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan yang terbesar adalah PT Nusamas Griya Lestari (Rp. 456,30 miliar) di Kabupaten Morowali Utara.

Dan ketiga, Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran yang terbesar adalah PT Citra Nuansa Elok (Rp41,26 miliar) di Kota Palu. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas