Home Sulteng

Pemprov Diajak Kembangkan Sektor Peternakan

29
KOORDINASI - Kepala BPTP Sulawesi Tengah, Fery Fahrudin Munir (kiri), berkunjung dalam rangka koordinasi ke Disbunak Provinsi Sulteng diterima Sekretaris Linda Shirley Rory, pada Kamis, 29 Januari 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng diajak bekerjasama mengembangkan sektor peternakan di daerah. Ajakan ini disampaikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah, Fery Fahrudin Munir, saat berkunjung ke Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng di Palu pada Kamis, 28 Januari 2021. Kunjungan dilakukan dalam rangka koordinasi terkait program pengembangan peternakan di Sulawesi Tengah.

“Kita mengajak dinas agar saling bekerjasama mengembangkan sektor peternakan dalam suatu wilayah untuk membentuk suatu kawasan peternakan yang mandiri dan dapat menghasilkan suatu produk tersendiri,” ujar Fery.

Dia membeberkan, BPTP sudah mulai mengembangkan melalui kelompok ternak yang berada di Desa Sausu Torono, Parigi Moutong, untuk dibina dan didampingi hingga akhirnya dapat menghasilkan produk pupuk kandang yang sudah dikomersilkan.

BPTP kata Fery siap membantu dalam hal teknologi dan inovasi untuk mendukung pengembangan peternakan di Sulawesi tengah. Sekretaris Disbunak, Linda Shirley Rory, yang menerima kunjungan Kepala BPTP, merespon positif dan mendukung dalam memajukan peternakan di Sulawesi Tengah.

“Semoga dengan adanya koordinasi ini sinergitas dalam memajukan peternakan di Sulawesi Tengah dapat terwujud,” ucapnya.

Diketahui, dalam sektor peternakan, salah satu fokus program kerja Disbunak Provinsi Sulteng yaitu vaksinasi rabies ke hewan anjing. Hanya saja, Disbunak Provinsi Sulteng harus mengurangi alokasi vaksin rabies untuk anjing tahun 2021. Alokasi vaksin yang sebelumnya ditetapkan 15.000 dosis, dikurangi tinggal 10.000 dosis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Provinsi Sulteng, Dandi Alfita, menjelaskan pengurangan tersebut disebabkan penyesuian anggaran untuk dialihkan penanganan pandemi Covid-19.

“Ada edaran dari Menteri Keuangan untuk semua kegiatan yang bersumber dari APBN mau refocusing/penyesuaian anggaran,” jelas Dandi, Selasa, 26 Januari 2021.

“Karena anggaran kurang jadi menurun target kita menjadi 10.000 dosis tahun ini,” tambahnya.

Dia mengharapkan dukungan APBD provinsi dan kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran vaksin rabies anjing. Itu karena dipastikan alokasi 10.000 dosis takkan cukup untuk populasi anjing yang ada di daerah ini.

“Harapan kita dari APBD provinsi sama kabupaten/kota mengadakan juga untuk mencukupkan,” ucap Dandi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas