Home Palu

Dekan: Manfaatkan Teknologi Bayar UKT

12
ANTREAN - Tampak mahasiswa Untad antre saat akan melakukan pembayaran UKT tahun akademik 2020/2021 di salah satu bank di daerah ini pada Jumat, 29 Januari pagi. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (Untad), Prof Muhammad Khairil, mengimbau mahasiswanya bisa memanfaatkan teknologi untuk melakukan pembayaran UKT (uang kuliah tunggal). Hal ini disampaikan karena prihatinan melihat antrean panjang yang terjadi di BNI Cabang Untad dan Cabang Sigi sejak Jumat, 29 Januari pagi.

“Saya berharap mahasiswa bisa lebih melek terhadap teknologi. Banyak solusi di era digitalisasi saat ini, pembayaran bisa dilakukan bukan hanya melalui teller bank, tetapi juga melalui mesin ATM, internet banking atau bahkan mobile banking,” ujar Khairil, Minggu, 31 Januari.

Menurutnya, solusi terbaik dan ternyaman dalam memanfaatkan teknologi dengan menggunakan mobile banking karena dianggap lebih cepat, aman dan nyaman. Selain itu, transaksi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun selama ada akses internet.

Disebutkan, antrean panjang jelang akhir penutupan pembayaran UKT bukan kali pertama terjadi. Hal ini dikatakan sudah menjadi lumrah setiap menjelang batas akhir pembayaran UKT.

Kata Khairil, pembayaran UKT tahun akademik 2020/2021 telah dibuka sejak Desember 2020 sampai Januari 2021 untuk mengurai kemungkinan banyaknya antrean. Padahal pembayaran UKT biasanya dibuka hanya sebulan.

Jadwal pembayaran yang seharusnya berakhir pada 31 Januari 2021 kini sudah diperpanjang hingga 5 Februari 2021 mendatang. Kebijakan perpanjangan ini juga sudah kerap dilakukan oleh pihak Universitas Tadulako dengan harapan dapat mengantisipasi antrean panjang. Namun budaya membayar pada detik-detik terakhir membuat antrean tidak terhindarkan.

“Tapi ini cukup dilematis karena tidak semua mahasiswa mampu secara finansial untuk membayar UKT tepat waktu atau di awal waktu. Namun demikian, membayar di detik-detik terakhir juga sangat berisiko terjadinya penumpukan antrean, ditambah lagi persoalan sistem yang tidak selalu stabil, baik jaringan, atau pun aspek-aspek lain. Pada akhirnya membayar di detik-detik terakhir akan membuat ketidaknyamanan baik bagi mahasiswa maupun pihak Bank,” ucap Khairil.

Dekan melanjutkan, situsi pandemi saat ini juga sangat riskan terjadinya penularan dikerumunan. Olehnya diingatkan agar mahasiswa dapat lebih bijak dalam mengatur waktu untuk melakukan pembayaran UKT.

“Selalu ingat bulan Januari dan Juli sebagai bulan penting. Sebelum memasuki bulan tersebut, sebaiknya mahasiswa menyiapkan diri dari segi keuangan,” tandas Prof Khairil.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas