Home Palu

Hj Nurhayati: Kasian Bapak Sendiri

CINTA SEJATI - Hj Nurhayati Ponulele, istri almarhum Prof (Em) Aminuddin Ponulele (kerudung putih) sempat tak mau meninggalkan makam suaminya, beberapa saat setelah suaminya dimakamkan, Kamis 28 Januari 2021. Dia tak mau meninggalkan suaminya sendiri. (Foto: Screenshot Fb/ Ema)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah ibu-ibu pelayat yang mengantarkan almarhum Prof (Em) Aminuddin Ponulele ke tempat pemakaman, Kamis 28 Januari 2021, tak mampu menahan tangis ketika istri almarhum, Hj Nurhayati Ponulele mengatakan tidak akan meninggalkan suaminya itu sendiri.

“Kasian bapak sendiri,” katanya kepada sejumlah jemaah mengajaknya kembali ke rumah setelah pemakaman selesai dilakukan, seperti dikutip dari akun FB milik Ema Asmawati, Kamis 28 Januari 2021.

Selain mengunggah video, Ema pun menulis statusnya “Sungguh cinta sejati itu ada, mereka saling menyayangi hingga ajal memisahkan, tadi saat para jemaah duka telah satu persatu meninggalkan pemakaman, ibu tdk ingin beranjak sejengkal pun dari kubur bapak, ibu terus menangis dan tdk mau pulang “kasian bapak sendiri” itu kata ibu,” tulis Ema.

“Keluarga pun membujuk agar ibu mau kembali ke rumah karena kita semua tau ibu itu punya sikap teguh kalo beliau bilang tdk ya tdk dan tdk ada yang bisa mengubah,” tulis Ema lagi.

Istri almarhum baru bersedia meninggalkan makam setelah Noldi anaknya, datang membujuk. Dengan terus menangis, ibu Nurhayati meninggalkan pemakaman. Dia pun berkata

“Dian, papa sendirian di sini,” katanya seperti dikutip Ema dalam status FB-nya itu.

“Sediiihhh sekali, yang kuat ya Bu kami tau ibu wanita kuat dan tangguh bapak sdh tenang di alam sana, sabar ya Bu kami semua sayang ibu,” tutup Ema.

Tokoh Intelektual

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah kehilangan seorang tokoh intelektual Prof Aminudin Ponulele mantan Gubernur Sulteng yang meninggal dunia pada usia 82 tahun, Rabu (27/1).

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun, sebagai umat beragama tentu kematian bagian dari takdir Tuhan yang harus kita terima dengan lapang dada dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” kata Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin menanggapi kabar duka mantan Gubernur Sulteng Prof Aminudin Ponulele, di Palu seperti dikutip dari Antara, Rabu 27 Januari 2021.

Menurut dia, Prof Aminudin seorang putra daerah merupakan tokoh panutan di provinsi itu yang semasa hidupnya telah berkontribusi banyak terhadap pembangunan maupun peningkatan Sumber Daya Manusi (SDM) Sulteng, baik dari sisi sebagai seorang birokrat, politisi maupun akademisi, karena almarhum telah melalui tiga karier itu selama masa hidupnya.

Selama berkarier, almarhum sempat menjabat sebagai Rektor Universitas Tadulako (UNTAD) Palu pada tahun 1994-1998, lalu menjabat sebagai Gubernur Sulteng ke-13 di tahun 2001 hingga 2006, dan karier politik sebagai Ketua DPRD Sulteng sejak periode 1988-2001 dan 2009-2019, termasuk di daulat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar di provinsi tersebut.

“Jarang kita menemukan pada satu pribadi dengan tiga keunggulan, dibuktikan dengan sejumlah jabatan diemban,” ujar Ketua MUI Palu ini.

Dia menilai, di satu sisi kehilangan tokoh, namun di sisi lain perlu mempersiapkan kader daerah agar dapat mengikuti jejak almarhum.

Prof Aminudin juga, katanya, seorang jurnalis sekaligus anggota Badan Pengawas dan Pertimbangan PWI Pusat di Palu tahun 1991 yang juga mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) 1992 hingga 1997.

“Keluarga ditinggalkan wajar kalau bersedih, namun kesedihan itu jangan terlalu berlarut. Kemudian sebagai manusia biasa almarhum kemungkinan ada kesalahan dan kehilafan, maka sudah sepatutnya sebagai umat beragama kita memberikan maaf,” ucap Zainal.

Prof Aminuddin menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Budi Agung Palu, Rabu (27/1) sekitar pukul 10:55 WITA.

Kepergian almarhum meninggalkan seorang isteri, Dra Hj Nurhayati Ponulele, MSi dan rencananya jenazah dimakamkan pada Kamis (28/1) di tempat pemakaman Keluarga Desa Mpanau, Kabupaten Sigi Pukul 10.00 WITA, saat ini jenazah masih disemayamkan di rumah duka Jalan Lasoso Palu. (din/ant)

Ayo tulis komentar cerdas