Home Palu

Bendera Setengah Tiang Sampai 30 Januari

Faridah Lamarauna. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulteng, Hj Faridah Lamarauna, mengingatkan bupati/wali kota dan pimpinan organiasi perangkat daerah agar memasang bendera setengah tiang sampai 30 Januari 2021.

“Untuk mengenang jasa almarhum Prof Aminuddin Ponulele, mantan Gubernur Sulawesi Tengah masa jabatan 2001-2006, agar kiranya mengibarkan bendera setengah tiang di kantor masing-masing selama tiga hari berturut-turut mulai 28 sampai 30 Januari 2021,” ucap Faridah, Kamis, 28 Januari 2021.

Dia mengungkapkan imbauan memasang bendera setengah tiang sebagaimana edaran yang dikeluarkan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, tertanggal 27 Januari 2021. Gubernur melalui surat nomor 002/35/RO.HP, meminta bupati/wali kota menginstruksikan jajaran memasang bendera setengah tiang.

Hal ini dilakukan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa almarhum Aminuddin Ponulele. Faridah turut menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas berpulangnya Prof Aminuddin.

“Semoga amal dan ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Bagi keluarga ditinggalkan semoga diberi ketabahan lahir dan batin,” tandas Faridah.

Seperti diketahui, semasa hidup almarhum Aminuddin juga tercatat dengan sederet organisasi dan riwayat pekerjaan yang pernah diemban diantaranya Sekretariat Yayasan UNTAD (1963), Sekretariat Universitas Tadulako (1963–1965), Sekretaris Panitia Persiapan Universitas Tadulako (1965), Pembantu Dekan Koordinator II IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (1968–1970), Dekan Muda FKIE – IKIP Ujung Pandang Cabang Palu (1970–1976), Sekretaris FORKI Sulawesi Tengah (1973–1978), dan Ketua BKMI Sulawesi Tengah (1974–1978).

Selain itu, Prof Aminuddin juga tercatat Ketua SIWO/PWI Sulawesi Tengah (1976–1978), Ketua II KOSGORO Sulawesi Tengah (1979–1989), Ketua II KONI Sulawesi Tengah (1980–1990), Ketua Umum PASI Sulawesi Tengah (1980–1990), Kepala Balai Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Tadulako (1981–1986), Kepala Laboratorium Sosial Universitas Tadulako (1982–1986), dan sejumlah jabatan lainnya.

Rektor Untad, Prof Mahfudz MP, mengakui almarhum Aminuddin merupakan sosok guru/dosen yang patut jadi teladani. Almarhum juga disebut sosok yang sangat berjasa bagi civitas Universitas Tadulako.

“Almarhum merupakan sosok yang sangat berjasa dan perintis pendirian Untad,” ucap Prof Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas