Home Palu

Petugas Pos Covid-19 Amankan “Joki Bayaran”

45
MENGAMANKAN - Petugas Pos Covid-19 Palu Utara saat mengamankan pelaku joki bayaran. (Foto: Dok. Polsek Palu Utara)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisan Sektor (Polsek) Palu Utara, Polres Palu, Senin, 25 Januari 2021, kembali mengamankan sekelompok warga yang diduga pelaku yang telah meloloskan pelintas yang tidak memiliki surat rapid test diperbatasan memasuki kota Palu atau biasa disebut joki bayaran.

Kapolsek Palu Utara, Iptu Rustang SH, kepada Metrosulawesi, Rabu, 27 Januari 2021, mengatakan bahwa para pelaku yang berjumlah enam orang itu diamankan setelah modus mereka ketahuan oleh petugas kepolisian yang berjaga di Pos Pemeriksaan Covid-19. “Ada enam orang joki bayaran yang kami amankan,” ungkapnya.

Rustang juga menjelaskan bahwa modus yang para pelaku gunakan yakni menjadi pengendara atau pembonceng warga yang tidak memiliki surat rapid test saat akan melintas di Pos Pemeriksaan, dengan biaya sekali jalan antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Para joki bayaran ini kadang berdiri di jalan, bahkan tidak segan-segan menahan para pelintas yang mengendarai sepeda motordan menawarkan diri, untuk selanjutnya para joki bayaran tersebut membawa pelintas melewati  pos pemeriksaan,” ungkapnya.

“Saat di pos pemeriksaan joki bayaran itu mengaku kepada petugas penjagaan pos kalau yang mereka bonceng itu adalah warga sekitar hingga dapat diloloskan oleh petugas,” tambahnya.

Iptu Rustang juga mengatakan bahwa karena kejelian ptugas gabungan TNI/Polri dan pemerintah, aksi joki bayaran itu dapat terungkap.

“Para pelaku kami amankan ke Mapolres Palu untuk selanjutnya diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan agar ke depannya tidak lagi melakukan hal serupa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Palu, AKBP Riza Faisal SIK, mengimbau kepada warga untuk bersama berjuang menghentikan laju penyebaran Covid-19dengan selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas