Home Nasional

Ketua DPRD Sulteng: Kita Semua Berduka

19
BERI SANTUNAN - Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Hj Nilam Sari Lawira (kiri) saat menyerahkan santunan duka kepada Hj Nurhayati Ponulele. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Hj Nilam Sari Lawira menyatakan wafatnya Prof Aminuddin Ponulele merupakan kehilangan dan duka bagi Sulawesi Tengah.

“Kita semua berduka, Sulawesi Tengah berduka. Beliau merupakan pejabat yang banyak berkontribusi di Sulawesi Tengah sehingga kita semua merasa kehilangan. Kita hanya bisa berdoa agar dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosanya,” kata Nilam Sari Lawira, usai mengikuti upacara pelepasan jenazah Prof Aminuddin Ponulele di rumah duka Jalan Lasoso, Palu Barat, Kamis, 28 Januari 2021.

Nilam Sari ikut memberikan penghormatan terakhir sebelum pelepasan jenazah dan menyerahkan santunan duka dari DPRD Sulawesi Tengah yang diterima istri almarhum Hj Nurhayati Ponulele.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola, menangis saat melepas jenazah Prof Aminuddin Ponulele dari rumah duka Jalan Lasoso menuju pemakaman di halaman Masjid Al Ikhlas Biromaru.

Longki Djanggola dalam sambutannya mengatakan almarhum merupakan sosok yang paripurna.

“Almarhum orang tua kita, Prof Aminuddin Ponulele dapat saya gambarkan merupakan sosok yang paripurna dan sarat pengalaman sebagaimana yang telah dibacakan dalam daftar riwayat hidup tadi,” kata Longki Djanggola mengawali sambutan pelepasan jenazah Prof Aminuddin Ponulele, Kamis, 28 Januari 2021.

Almarhum adalah Gubernur Sulawesi Tengah periode 2001-2006 dan Ketua DPRD Sulawesi Tengah beberapa kali.

“Almarhum juga merupakan sosok akademisi. Pernah menjabat Rektor Universitas Tadulako,” kata Longki Dianggola.

PENGHORMATAN TERAKHIR – Gubernur dan Ketua DPRD Sulawesi Tengah, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Prof Aminuddin Ponulele, pada upacara pelepasan di rumah duka Jalan Lasoso, Palu Barat, Kamis, 28 Januari 2021. Jenazah dimakamkan Kompleks Pekuburan Keluarga di halaman Masjid Al Ikhlas Biromaru, Kabupaten Sigi. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Kata Longki, semasa menjabat gubernur, almarhum memiliki konsep pembangunan madani yang dinilai sangat konstruktif.

Setelah pelepasan, jenazah kemudian dishalatkan di masjid yang tidak jauh dari rumah duka. Lalu dibawa ke Biromaru untuk dimakamkan di kompleks pekuburan keluarga.

Gubernur Longki Djanggola, Ketua DPRD Sulawesi Tengah dan Wakil Rektor Universitas Tadulako menyerahkan santunan duka dan sertifikat kematian kepada keluarga yang diterima istri almarhum Hj Nurhayati Ponulele.

Pelepasan jenazah dihadiri ratusan keluarga, pejabat maupun warga sekitar.

Prof Aminuddin Ponulele menghembuskan nafas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Budi Agung, Rabu, 27 Januari 2021 pukul 10:55 Wira. (*)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas