Home Inspirasi

Donasi Gadget dari Hasil Jual Kaos Demi Kualitas Pendidikan Anak

12
BERI BANTUAN - Founder Sikola Pomore, Yaumil Masri (kanan) saat membagikan gadget baru tahap I kepada siswa Sikola Pomore. (Foto: Istimewa)
  • Sikola Pomore

Palu, Metrosulawesi.id – Para pegiat pendidikan melakukan ragam upaya demi pengembangan dan kelancaran proses pendidikan di Indonesia. Apalagi rongrongan pagebluk (pandemi) Covid-19 saat ini begitu signifikan yang mneyebabkan pola pembelajaran berubah drastis, dari tatap muka menjadi  pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring/online).

Hal itu pun dilakukan praktisi pendidikan dasar asal Dampal, Pantai Barat, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Yaumil Masri (32), yang terus berupaya melakukan berbagai program demi peningkatan proses pendidikan bagi anak Sulawesi Tengah.

Dirinya pun yakin, program besutannya, Belajar dari Huntara yang dilakukan melalui ponsel pintar sejak November 2020 silam dapat memicu semangat belajar anak.

Beberapa waktu lalu, Founder Sikola Pomore ini menghadiahi seorang bocah penyintas bencana alam Padagimo 28 September 2018 silam peserta program dengan sebuah gadget beserta kuota internetnya. Yaumil mengaku bukan tanpa alas an melakukan hal itu, selain menjadi magnet belajar untuk anak, gadget tersebut juga sebagai sarana untuk memaksimalkan pembelajaran daring sehingga pellaksanaan protokol kesehatan dapat dilakukan.

Sosok yang akrab disapa Kak Yoyo ini memilih gadget merk Samsung tipe Core A1 seharga Rp1.250.000.

“Hp ini memang dikhususkan untuk pembelajaran anak-anak, dan sudah sangat layak difungsikan (pakai) belajar online,” kata Kak Yoyo saat berbincang dengan jurnalis Metrosulawesi di Palu beberapa waktu lalu.

Penyerahan ponsel pintar ini dilakukan secara berkala, Jumat, 22 Januari 2021 lalu adalah tahap pertama pemberian gadeget secara langsung ke peserta didik di wilayah didikan Palu.

Tahap kedua, Kak Yoyo akan menyerahkan 5 unit gadget dengan jenis dan tipe sama pada awal Februari mendatang yang dikhususkan untuk siswa yang tergabung dalam program Belajar dari Huntara.

“Jadi sebenarnya pemberian gadget ini bukan hanya untuk siswa program Belajar dari Huntara, tetapi juga akan diberikan ke (seluruh) siswa-siswi Sikola Pomore yang sementara berlangsung di Palu, Sigi, dan Donggala,” Kak Yoyo menjelaskan.

Sedangkan pemberian gadget gratis itu ditargetkan Kak Yoyo berjumlah 50 unit. Menariknya, sumber biaya pembelian gadget tersebut berasal dari penjualan kaos yang sepenuhnya diproduksi oleh Kak Yoyo dengan cara kolektif, dengan mengajak para kalangan kreatif di Kota Palu.

Untuk penjualan merchandise atau kaos itu, Kak Yoyo mematok harga Rp160 ribu untuk satu buah lengan pendek dan kaos berlengan panjang seharga Rp165 ribu. Di samping itu, Kak Yoyo pun memanfaatkan kreativitas siswanya untuk desain kaos, seperti karya puisi siswa program Belajar dari yang diabadikan pada kaos tersebut.

Jika mengkalkulasikan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai target 50 unit gadget, Kak Yoyo harus menggelontorkan dana sebesar sekitar Rp62 juta. Angka itu diungkapkan Kak Yoyo akan tercapai jika pembeli kaos mencapai 500 orang.

Kak Yoyo berharap, penjualan kaos untuk menyediakan gadget tersebut bisa meningkatkan maupun menyeimbangkan ilmu pengetahuan anak yang terganggu disebabkan situasi pandemi sekarang ini.

Namun Yaumil Masri atau Kak Yoyo menegaskan siswa yang telah menggunakan ponsel pintar ini akan dimentori dan diawasi oleh relawan selama 24 jam. Setiap orang tua siswa pun diminta untuk mengawasi anaknya saat menggunakan gadget di luar pembelajaran.

“Ini demi menjaga agar anak-anak siswa tidak terbuai atau kecanduan (main) hp di luar pembelajaran. Makanya kami memilih jenis dan tipe hp-nya khusus untuk belajar yang memori penyimpanannya kecil. Gadget itu juga diberikan ke siswa tanpa kami minta kembali,” lugasnya.

Dia menambahkan, penjualan kaos yang mengandalkan sosial media itu hanya salah satu cara meningkatkan ilmu pengetahuan anak sekaligus sebagai penggerak masyarakat untuk peduli terhadap pendidikan anak.

“Kami berharap melalui kampanye di sosmed teman-teman atau masyarakat ter-trigger untuk bergerak. Kami berharap juga teman-teman yang punya rezeki lebih bisa membantu pendidikan anak dengan membeli baju ini,” pungkas guru Bahasa Inggris yang tinggal di Kota Palu ini.

Reporter: Faiz
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas