Home Palu

Layanan Angkut Sampah dari Rumah Lewat Aplikasi

25
TERUS BERTAMBAH - Acara launching produk tenant IBTI Maleo Techno Center pada awal November 2020 lalu. (Foto: Dok)
  • Dua Start Up di Palu Bergerak di Bidang Lingkungan

Layanan perusahaan berbasis teknologi informasi atau tenant di Sulteng khususnya Kota Palu banyak bermunculan. Jasa layanan yang ditawarkan pun bermacam-macam. Misalnya jasa layanan mengangkut sampah rumah tangga.

Laporan: Syahril Hantono

PADA November 2020 lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan 10 tenant atau start up baru. Dari ke-10 startup itu ada dua yang bergerak di bidang lingkungan tepatnya jasa mengangkut sampah. 

Kedua start up itu masing-masing Angkut Sampah (Angsah.id) dan Kios.id. Keduanya jebolan Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) Maleo Techno Center, sebuah lembaga yang membina masyarakat yang akan berbisnis berbasis digital. Lembaga ini bekerja sama dengan Dinas Perindag Sulteng sejak tahun 2014. Angsah.id dan Kios.id lolos  bersaing dengan usulan puluhan calon tenant yang diseleksi IBTI Maleo Techno Center.

Pada umumnya tenant yang bermunculan sesuai dengan tren di masyarakat. Misalnya, terkait dengan makanan. Maka bermunculan tenant yang bergerak di bidang kuliner, yang siap melayani masyarakat yang membutuhkan makanan tanpa repot memasak. 

Khusus dua tenant Angsah.id dan Kios.id juga setidaknya melihat tren kondisi persampahan di wilayah Kota Palu. Memang sampah masih menjadi persoalan yang belum terpecahkan. Adanya kedua tenant ini setidaknya membantu pemerintah kota dalam penanganan sampah.

Bagaimana start up yang dikelola para aktivis lingkungan  ini bekerja? Manejer IBTI Maleo Techno Center, Nur Ramadhan mengatakan, meski keduanya sama-sama bergerak di bidang lingkungan tetapi strategi mereka berbeda. Misalnya, Angsah.id membuka layanan mengangkut sampah di rumah-rumah warga.

”Bila warga tak punya waktu membuang sampah, sampah yang sudah ditaruh di dalam plastik bisa diletakkan di depan rumah kemudian nanti akan diambil oleh pihak Angsah.id. Cara ini dapat dilakukan dengan cara berlangganan ke aplikasi Angsah.id,” jelas Nur Ramadhan beberapa waktu lalu.

Sementara Kios.id menggandeng pengepul untuk mengangkut sampah dari rumah warga. Menurut Nur Ramadhan ada reward dari pihak tenant kepada warga yang menjadi langganan serta terhadap pengepul sebagai mitra.

Sampah dari masyarakat itu dipilah antara sampah organik dan non organik.Sampah non organik, misalnya botol-botol plastik dikumpulkan kemudian dijual kepada pihak lainnya.

Menurut Nur Ramadhan penerapan Angsah.id lebih mengarah kepada edukasi terhadap masyarakat, sedangkan Kios.id mengarah kepemberdayaan ekonomi mitranya yakni pengepul.

Nur Ramadhan mengatakan para pengelola start up itu merupakan aktivis social entrepreneur yang peduli terhadap lingkungan dan edukasi tentang lingkungan. Pengelola Kios.id sudah lama menjalankan aktivitasnya sebelum masuk inkubator IBTI. Sedangkan Angsah.id menjalankan aktivitasnya setelah masuk IBTI.

Bagi IBTI Maleo Techno Center kedua start up tersebut sangat potensial dengan melihat kondisi lingkungan, khususnya terkait sampah di Kota Palu. Dengan adanya dua aplikasi ini, Nur Ramadhan yakin sangat membantu pemerintah kota dalam penanganan sampah.

”Masalah sampah di Kota Palu sangat disoroti masyarakat. Karena itu kedua aplikasi ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, IBTI menilai akan sangat baik jika kemudian bermunculan start up sejenis.

”Tak ada masalah jika muncul start up sejenis, yang penting ada action di lapangan,” katanya.

Pemprov Sulteng melalui Dinas Perindag Sulteng mulai melahirkan start up pada tahun 2013.

‘’Hingga saat ini sudah ada 74 tenant berbasis digital di Sulteng, yang digodok melalui pemerintah bekerja sama dengan IBTI Maleo Techno Center,’’ kata Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo beberapa waktu lalu.

Richard mengatakan kehadiran IBTI bertujuan untuk mencetak pengusaha muda di bidang teknologi informasi. Selain itu menjadi jembatan layanan informasi kepada IKM, sehingga jaringan pemasaran produk IKM dapat meluas melalui pemanfaatan teknologi. (*)

Ayo tulis komentar cerdas