Home Sulteng

Alokasi Vaksin Rabies Sisa 10.000 Dosis

PELAYANAN - Warga memanfaatkan pelayanan kesehatan anjing di Kantor Disbunak Provinsi Sulteng baru-baru ini. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng mengurangi alokasi vaksin rabies untuk anjing tahun 2021. Alokasi vaksin yang sebelumnya ditetapkan 15.000 dosis, dikurangi tinggal 10.000 dosis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disbunak Provinsi Sulteng, Dandi Alfita, menjelaskan pengurangan tersebut disebabkan penyesuian anggaran untuk dialihkan penanganan pandemi Covid-19.

“Ada edaran dari Menteri Keuangan untuk semua kegiatan yang bersumber dari APBN mau refocusing/penyesuaian anggaran,” jelas Dandi, Selasa, 26 Januari 2021.

“Karena anggaran kurang jadi menurun target kita menjadi 10.000 dosis tahun ini,” tambahnya.

Dia mengharapkan dukungan APBD provinsi dan kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran vaksin rabies anjing. Itu karena dipastikan alokasi 10.000 dosis takkan cukup untuk populasi anjing yang ada di daerah ini.

“Harapan kita dari APBD provinsi sama kabupaten/kota mengadakan juga untuk mencukupkan,” ucap Dandi.

Seblumnya diberitakan, idealnya cakupan vaksinasi rabies kata Dandi harus mencapai 70 persen dari populasi anjing yang ada. Menurutnya, salah satu jalan untuk dapat mencapai kondisi ideal tersebut perlu adanya kolaborasi sumber anggaran dari kabupaten dan kota. Adapun alokasi 15.000 dosis tahun 2020 telah terealisasi dengan sasaran kabupaten/kota di Sulteng.

Dikatakan, sasaran wilayah vaksinasi berdasarkan laporan kejadian warga yang digigit anjing. Berdasarkan laporan tersebut, tim berupaya hingga radius beberapa kilometer dari titik laporan melakukan vaksinasi. Tujuannya untuk mengantisipasi meluasnya kasus serupa.

Selain itu, sasaran vaksinasi juga dapat dilakukan bagi anjing-anjing peliharaan warga di kabupaten/kota. Hal itu kata Dandi, juga penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga menjaga anjing peliharaan dari penyakit rabies.

Dengan begitu, antara warga dan anjing yang dipelihara terjamin kesehatan dan keselamatannya. Disarankan, vaksinasi untuk anjing dilakukan minimal enam bulan sekali mulai usia satu tahun.

“Tapi kalau vaksin yang dari kami bisa untuk jangka waktu satu kemudian baru divaksin lagi,” tandas Dandy.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas