Home Palu

Warga Petobo Terbantu WIFI Gratis

14
Alfin Hi Ladjuni. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Lurah Petobo, Alfin Hi Ladjuni, mengungkapkan warganya merasakan manfaat bantuan WIFI gratis di Hunian sementara (Huntara). WIFI gratis dimaksud merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Polda Sulteng.

“Ada beberapa titik (WIFI) terpasang di Huntara yang bisa digunakan warga, khususnya anak-anak untuk belajar online,” ungkap Alfin di Palu, baru-baru ini.

Dia menyebut penggunaan WIFI gratis di Huntara dibatasi paling lambat hingga pukul 23.00 WITA.

“Tapi kadang dilema karena orangtua yang justru keberatan kalau WIFI sudah dimatikan karena meraka juga bapake (memakai),” ucap Alfin sembari tertawa.

Diakui dengan adanya WIFI gratis warga terbantu menjadi lebih update informasi-informasi terkini atau terbaru. Namun sayangnya, WIFI gratis hanya sampai enam bulan dan selanjutnya akan dikenakan pembayaran.

“Ini tinggal berapa bulan karena sudah mau habis waktunya. Lalu dibilang kelurahan yang disuruh melanjutkan pembayaran, tapi persolannya tidak ada anggarannya. Kalau tidak salah pembayarannya Rp3 juta perbulan,” tandas Alfin.

Diberitakan sebelumnya, saat ini masih ada sebanyak 1.018 kepala keluarga (KK) menghuni Huntara di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Kalau dulu sekitar 3.000 KK, tapi ada yang sudah kembali ke rumah yang masih bisa ditempati dan ada juga karena sudah dapat Huntap (hunian tetap),” ungkap Alfin.

Dia menyebut warga yang masih bertahan di Huntara sebagian karena menunggu penyelesaian pembangunan Huntap. Namun sebagian lagi karena enggan meninggalkan Petobo. Warga yang tidak mau pindah disebut menginginkan bantuan pembangunan Huntap berlokasi di Petobo.

“Sebenarnya mereka (korban bencana) memiliki hak Huntap di Tondo, tapi keinginan warga ingin dibangunkan hunian tetap di wilayah Kelurahan Petobo,” ucap Lurah.

Lurah menyebut sempat ada rencana pembangunan Huntap di Petobo, berbatasan dengan Desa Ngatabaru, namun sampai saat ini terkendala pembebasan lahan. Lahan yang seharusnya pembangunan Huntap mencapai 800 hektare disebut bersertifikat atas nama warga. Hal ini membuat pembangunan Huntap di Petobo tak kunjung bisa dimulai karena adanya klaim sertifikat hak milik. Persoalan ini diharapkan Alfin bisa segera diperhatikan Wali Kota Palu dan Gubernur Sulteng melalui instansi terkait.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas