Home Hukum & Kriminal

Roman-Malik, Pemilik Narkoba 25 Kg Lolos dari Vonis Mati

49
ILUSTRASI - Tahanan. (Foto: Ist)
  • Hakim Kabulkan Permintaan ‘Hukuman Seumur Hidup’

Palu, Metrosulawesi.id – Dua terdakwa kasus narkoba, Roman R Sumbadjindja (36) dan rekannya Abdul Malik Bin Mahfid lolos dari pidana mati. Majelis hakim Pengadilan Negeri Palu, menghukum keduanya dengan pidana seumur hidup.

Vonis seumur hidup penjara terhadap kedua terdakwa itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Marliyus MS SH MH pada persidangan di Pengadilan Negeri Palu, Senin 25 Januari 2021. Sidang pembacaan tuntutan itu digelar secara virtual. Majelis hakim, jaksa dan tim kuasa hukum terdakwa hadir di persidangan di PN Palu, sedangkan kedua terdakwa mengukutinya melalui video conference dari Rutan Palu.

Putusan majelis hakim yang memvonis seumur hidup itu, sesuai dengan permintaan kedua terdakwa. Pada persidangan sebelumnya, keduanya—Roman dan Malik sama-sama minta majelis hakim agar meringankan hukumannya dari tuntutan mati sebagaimana diajukan jaksa penuntut umum, menjadi hukuman seumur hidup.

Seperti diketahui, Roman dan Abdul Malik merupakan terdakwa tindak pidana narkotika dengan barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 25 kg.

Putusan kedua terdakwa dibacakan satu persatu di dalam persidangan. Bertindak selaku JPU Nur Sricahyawijaya, turut dihadiri penasehat masing-masing terdakwa.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana: pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan, menerima menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bulan tanaman melebihi 5 (lima) gram, sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal 132 ayat (1) undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.” Demikian amar putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Marliyus.

Ketika ditanyakan sikapnya oleh ketua majelis hakim atas putusan tersebut, terdakwa Abdul Malik menyatakan sikapnya masih pikir-pikir. Sementara terdakwa Roman R Sumbadjindja menyerahkan kepada penasehat hukumnya.

Usai membacakan putusannya, Marliyus memberikan waktu tujuh hari kepada para pihak menyatakan sikapnya menerima atau mengajukan upaya hukum lain. Roman R Sumbadjindja (36) alias Oman bin Ruslin dan Abdul Malik (38) alias Malik bin Mahfid ditangkap di posko Covid-19 Kelurahan Tawaeli, Kota Palu oleh tim Subdit III Ditnarkoba Polda Sulteng, 25 Juni 2020 silam.

Selain keduanya, yang juga dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan hari itu adalah terdawka Rahim, yang terjerat kasus narkotika jenis extacy sebanyak kurang 2.800 butir, dan juga telah dituntut pidana hukuman mati.

Namun sidang putusan untuk terdakwa Rahim masih ditunda hingga 4 Februari 2021, karena majelis hakim masih merampungkan penyusunan putusan.

“Untuk terdakwa Rahim, sidang putusannya masih ditunda. Dan akan kembali digelar tanggal 4 Februari 2021,” tutup jaksa Awaluddin Muhammad SH MH.

Reporter: Sudirman
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas