Home Sulteng

Baru 23 Persen Nakes di Sulteng Divaksin Covid

12
BAHAS VAKSINASI - Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola (tengah) didampingi Kadis Kesehatan dr Komang Adi Sujendra mengikuti rapat bersama Menkes secara virtual, Senin 25 Januari 2021. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Gubernur Longki Minta Sederhanakan Tata Cara Vaksinasi

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola MSi meminta kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, agar tata cara pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat lebih disederhanakan.

Hal itu dikatakan gubernur saat mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara nasional, yang dipimpin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara virtual dari Jakarta, Senin 25 Januari 2021. Gubernur kala itu didampingi Kadis Kesehatan, dr Komang Adi Sujendra.

Selain meminta penyederhanaan, gubernur juga meminta agar pelaksanaan vaksinasi lebih disosialisasikan, serta distribusi vaksin dapat ditingkat, supaya pelaksanan vaksinasi dapat berjalan sukses.

Menkes Budi Gunadi pada kesempatan itu mengatakan, vaksinasi adalah upaya terakhir yang dilakukan dalam upaya menutus rantai penyebaran Covid 19 yang akhir-akhir ini, yang terpapar menunjukkan angka peningkatan yang tinggi, sehingga perlu dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan vaksinasi.

Menkes meminta agar validasi data masyarakat yang akan menerima vaksin agar dapat dilakukan secepatnya, dan juga teknis pelaksanaannya perlu juga ditetapkan masing masing daerah, agar pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat berjalan sukses. 

“Untuk pelaksanaan Vaksinasi Tahap I ini adalah untuk Tenaga Kesehatan diharapkan dapat terealisasi sebelum tanggal 25 Pebruari 2021,” kata Menkes.

Sementara itu, Mendagri RI Tito Karnavian, menyampaikan untuk mempercepat validasi data agar berkoordinasi dengan KPU dan Dukcapil masing Masing Daerah karena data up date by name by adress masyarakat untuk pelaksanaan pilkada pada 270 daerah masih dapat di pergunakan tinggal dilakukan vilidasi kembali.

Sementara itu, ditemui usai rapat evaluasi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, mengungkapkan vaksinasi Covid-19 ke tenaga kesehatan (nakes) ditarget selesai pada Februari mendatang. Saat ini, capaian pemberian vaksinasi nakes di daerah ini sudah di angka 23 persen.

“Data sampai tanggal 23 Januari, vaksinasi di Kota Palu, Donggala, dan Poso dengan persentase pencapaian sasaran untuk tenaga kesehatan sebesar 23,5 persen,” ungkap Adi, Senin, 25 Januari 2021.

“Itu arahan dari pak menteri kesehatan. Untuk seluruh Indonesia, ditargetkan vaksinasi tenaga kesehatan selesai akhir Februari 2021,” tambahnya.

Diketahui, vaksinasi Covid ke nakes baru berlangsung sekitar 11 hari dimulai 15 Januari 2021. Total nakes di daerah ini sebanyak 23.497 yang berdinas di berbagai rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan kesehatan.

Dari jumlah itu, ada 440 orang nakes yang dipercaya menjadi vaksinator dan telah mengikuti pelatihan. Vaksinator adalah orang (nakes) yang ditunjuk untuk menyuntikkan vaksin kepada penerima.

Penyuntikan vaksin untuk para nakes terbagi dalam dua termin yaitu Januari dan Februari 2021. Untuk Januari, total ada 9.065 nakes yang akan divaksin di Palu, Donggal, dan Poso. Sisanya 15.722 nakes di 10 kabupaten lainnya di Sulteng menerima vaksinasi termin kedua pada Februari mendatang.

“Mudah-mudahan bisa selesai minggu ke tiga Februari, temasuk suntikan yang kedua kalinya,” ucap Adi.

Sementara terkait keterisian rumah sakit atau pusat penanganan pasien Covid-19 di kabupaten/kota rata-rata 65 persen. Adapun kapasitas total ruang isolasi ditambah ICU untuk perawatan Covid-19 se-Sulteng sebanyak 565 tempat tidur.

Sebelumnya, Adi mengharapkan tak terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di daerahnya.

“Mudah-mudahan tak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi atau yang disebut sebagai KIPI,” ungkap Adi di Palu, Jumat, 15 Januari 2021.

Menurutnya, jikapun terjadi KIPI, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi-antisipasi untuk penanganan sesuai kejadian ikutan yang timbul. Namun dia meyakini vaksin Sinovac aman karena sampai saat ini belum ada laporan KIPI yang cukup serius pasca menerima vaksinasi.

“Menurut teori, tidak ada kejadian yang serius dilaporkan bisa terjadi bengkak,” tandas Kadinkes.

Reporter: Michael Simanjuntak, Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas