Home Sulteng

Enam Agenda Mendesak Gubernur Baru Sulteng

17
Dr Ahlis Djirimu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasangan Rusdi Mastura-Ma’mun Amir sah ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih Sulteng. Mereka akan memmpin Sulteng dalam empat tahun kedepan. Program apa yang mendesak yang perlu dilakukan dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

Ekonom Universitas Tadulako, Dr Ahli Djirimu mengatakan, ada enam agenda mendesak yang patut dilakukan oleh pasangan Rusdi-Ma’mun bila kelak dilantik memimpin Sulteng.

“Pertama, melakukan pemetaan potensi penyebaran Covid-19 dengan cara mensample baru 29.857 jiwa melalui 3T (tracing, testing, dan treatmen) penduduk Sulteng dari 2,9 juta lebih jiwa hasil sensus penduduk Sulteng September 2020,” katanya kepada Metrosulawesi, Ahad 24 Januari 2021.

Ahlis mengatakan, dengan bekal hasil pemetaan tersebut, kemudian melakukan koordinasi dengan 13 kabupaten dan kota untuk melakukan pembatasan mobilitas orang, melarang pembukaan cafe dan rumah makan agar tidak membuat warga berkumpul dan makan di tempat.

Ahlis mengatakan, gubernur baru harus merivisi APBD 2021 dengan memfokuskan anggaran untuk Kesehatan sebagai panglima bagi pemulihan ekonomi.

Hal kedua yang perlu dilakukan Cudi-Ma’mun dalam seratus hari pertama adalah, fokus pada pemulihan ekonomi padat karya. Saat ini katanya, pengangguran tercatat sebanyak 59,38 ribu jiwa, di mana terjadi penambahan pengangguran sebanyak 12.380 jiwa.

Selain itu katanya, memberikan stimulus BLT kepada UMKM yang terdampat Covid-19 sebanyak 1.521 UMKM maupun mensubsidi bunga kredit mereka, juga merupakan hal perlu dilakukan gubernur baru kedepan.

Masih terkait dengan perbaikan ekonomi, Ahlis juga menyarankan agar gubernur baru Sulteng itu bersinergi dengan Bank Indoensia dalam melakukan digitalisasi transaksi keuangan, agar 1.521 UMKM terdampak Covid dapat memasarkan barangnya secara online.

“Memberikan subsidi korban PHK yang terus bertambah, yang poisisi pada April 2020 sebanyak 167 orang, juga perlu dilakukan,” ujar Ahlis.

Ketiga yang perlu mendapat perhatian gubernur baru, adalah melakukan padat karya terhadap penyintas alumni bencana 28 September 2018 bagi Kepala Keluarga. Sedangkan bagi ibu rumah tangga penyintas dapat dilakukan denganmemberikan keterampilan teknologi tepat guna (TTG) di Huntara dan Huntap.

“Sementara bagi anak-anak mereka, gubernur baru dapat memberikan beasiswa SMA/SMK/MA,” ujarnya.

Hal keempat yang perlu dilakukan menurut Ahlis, saat ini ada sebanyak 26.044 rumah tangga yang dikepalai perempuan atau 14,30 persen dari rumah tangga miskin dengan konsentrasi terbesar di Banggai, yaitu sebanyak 3.870 RTP. Terhadap mereka kata Ahlis, pemerintah dapat memberikan padat karya tunai berkolaborasi dengan program Kemendesa PDTT.

Yang kelima lanjut Ahlis, di masa pandemi saat ini, ancaman krisis pangan ada di depan mata. Dan ironisnya, kemiskinan justru terkonsentrasi di daerah yang secara potensial merupakan daerah cadangan pangan di Sulteng.

“Gubernur patut mengeluarkan edaran melarang peredaran pangan keluar dari Sulteng, dan secara spasial dalam jangka 100 hari ke depan, melakukan mobilisasi penanaman pangan dan hortikuktura pada wilayah kewenangan provinsi seperti Sigi-Napu-Poso pesisir selatan, Tayawa-Kolonodale, Balingara-Dataran Bulan-Toili, dan lain lain melalui Drone Participatory Rural Approach (DPRA), dan mengoptimalisasi PPL,” jelasnya.

Hal terakhir kata Ahlis, adalah mempercepat akses jaringan listrik di desa terpencil dan kepulauan yang tidak lagi berbasis pad PLTG (pembangkit listrik tenaga genset) dan melalui Diskominfo kolaborasi provider, dan Kemendesa, memperluas internet bagi 465 desa yang belum terjangkau layanan internet, agar terjadi digital farming.

“Last but not least, “makan apa yg ditanam, tanam apa yang dimakan” karena kita tidak tahu kapan pandemi brakhir. Saat ini masyarakat hanya menggunakan tabungan mereka yang tersisa,” pungkasnya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas