Home Palu

Turki Bangun Megah Gedung SDN Poboya

24
DALAM PEMBANGUNAN - Gedung SDN Poboya yang saat ini pembangunannya oleh salah satu NGO Turki sudah mencapai 87 persen. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencapai Rp7 miliar. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu NGO Turki mengucurkan bantuan untuk pembangunan SD Negeri Poboya yang terdampak gempa 28 September 2018 lalu. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencapai Rp7 miliar. Bantuan tersebut untuk membangun kembali gedung SD Poboya di lokasi yang sama.

Menurut Kepala SD Negeri Poboya, Dadang Rahman Sidiq, dari bantuan NGO Turki bisa dibangun kembali gedung sekolah berlantai dua yang megah bak hotel. Ruangan yang dibangun sebanyak 12 rombel ditambah dengan ruangan kepsek, guru, perpustakaan, mushala, dan lainnya.

“Pokoknya komplite, kami dari SDN Poboya hanya tau beres,” ungkap Dadang saat dihubungi Metrosulawesi, Kamis, 21 Januari 2021.

Dadang melanjutkan, NGO Turki juga melengkapi bangunan sekolah dengan fasilitas olahraga seperti lapangan futsal, taman, dan lainnya.

“Yang jelas SDN Poboya ini bukan lagi diperbaiki, tapi dihancurkan dan dibangun baru dari nol,” ucapnya.

Dadang menjelaskan awal sekolahnya mendapat bantuan saat NGO Turki melakukan aksi peduli sosial kepada dunia pendidikan di Kota Palu yang terdampak bencana 28 September 2021. Perwakilan NGO Turki bersama PMI mengunjungi sejumlah sekolah di Palu, Donggala, dan Sigi untuk menyeleksi secara langsung sekolah yang terdampak untuk diberikan bantuan. 

“Jadi bantuan yang diberikan oleh Turki betul-betul murni dari mereka, sebab mereka melakukan penyeleksian secara langsung tanpa ada ada campur tangan dari pihak lain. Karena mereka yang menentukan langsung layak atau tidak dibantu. Alhamdulillah dari sekitar puluhan sekolah dikunjungi untuk dibantu, SDN Poboya salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan dari Turki,” jelas Dadang.     

Kepada perwakilan NGO Turki, Dadang memaparkan visi misi sekolah yang dipimpin dan prestasi yang diperoleh selama  dua tahun menjabat.

 “Dari obrolan dan kunjangan mereka melihat SDN Poboya, pihak dari Turki menawarkan agar sekolah kami dibangun kembali dengan catatan membatalkan bantuan yang diberikan dari Kemendikbud RI, sebab sekolah kami sebenarnya diberikan bantuan dari Kemendikbud sebesar Rp1 miliar lebih, akan tetapi bantuan itu dalam bentuk rehab gedung saja,” ujarnya.

Menurut Dadang, setelah dirinya berfikir bantuan dari Kemendikbud sedikit rumit dikawalnya, karena pihaknya banyak kegiatan diluar (kegiatan peningkatan kompetensi/kuliah) sehingga dirinya memutuskan memilih bantuan dari Turki karena yang membangun sekolah itu mereka semua, pihak sekolah tinggal menerima kunci sekolah saja.

“Namun saya menunggu begitu lama bantuan Turki ini, karena turunnya anggaran dari negara Turki ke Indonesia begitu rumit, harus melalui birokrasi yang begitu panjang. Namun alhamdulillah setelah menunggu akhirnya bantuan Turki itu turun dan langsung di kerjakan dengan dibangun baru,” jelasnya.

 Dadang menambahkan saat ini progres pembangunan SDN Poboya sudah mencapai 87 persen.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat bagus dan mengapresiasi kami, warga setempat bukan hanya mendukung tetapi sangat mengapresiasi, karena masyarakat sempat membantu kami memindahkan barang penting sekolah untuk diamankan. Insya allah di Februari ini akan diresmikan oleh pihak pemerintah bersama Turki,” pungkas Dadang.

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas