Home Politik

Rusdy-Ma’mun Sah sebagai Gubernur dan Wagub Sulteng

PENTAPAN GUBERNUR SULTENG - Rusdy Mastura didampingi Ma’mun Amir menerima surat penetapan dari Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming di kantor KPU Sulteng, Jumat 22 Januari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah menetapkan pasangan Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih melalui rapat pleno di salah satu hotel di Palu, Jumat 22 Januari 2021.

Pada kesempatan itu, Rusdy Mastura berjanji menjadi gubernur yang amanah dalam melaksanakan kebijakan, memperhatikan rakyat kecil, menurunkan angka kemiskinan, menyelesaikan masalah bencana alam, dan membangun infrastruktur.

“Itu janji saya dalam kampanye. Moga-moga janji saya bisa saya penuhi ke depan sehingga saya tidak berutang pada rakyat Sulawesi Tengah,” kata Rusdy Mastura yang akrab disapa Cudy usai ditetapkan sebagai gubernur Sulawesi Tengah terpilih oleh KPU setempat.

Program ke depan yang harus dilaksanakan adalah peningkatan pendapatan dan fiskal daerah. Guna mewujudkan hal itu, kata dia kekayaan Sulawesi Tengah harus dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Saya tahu apapun yang kita lakukan kalau namanya kita punya pendapatan rendah, fiskal kita rendah, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya didampingi Ma’mun Amir.

Namun, Rusdy Mastura berharap dukungan dari semua pihak. “Harapkan dukungan, bersama-sama bangun Sulteng. Kita tahu negeri ini begini kaya, pendapatan hanya 1 triliun, fiskal kita koefisien hanya 0,3. Ini semua menjadi beban pikiran ke depan harus kita selesaikan. Oleh karena itu, saya butuhkan dukungan semua untuk bisa bantu dukungan untuk selesaikan tugas-tugas kami,” ujarnya.

Sementara itu, calon gubernur yang menjadi rivalnya pada Pilkada 2020, Hidayat Lamakarate menyatakan siap membantu Gubernur Sulawesi Tengah terpilih.

“Ketika nanti Gubernur dan Wakil Gubernur akan melaksanakan tugas-tugas, wajib seluruh rakyat Sulawesi Tengah untuk mendukung. Kami sebagai bagian dari masyarakat Sulawesi Tengah, kami ingin menyampaikan, bahwa kami akan menawarkan diri kami jika tenaga dan pikiran kami diperlukan dalam rangka untuk membantu mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih baik ke depan. Insya Allah tidak ada keraguan sedikit pun,” tegas Hidayat Lamakarate yang hadir didampingi Bartholomeus Tandigala.

“Di luar struktur pemerintahan pun, kami tetap punya tanggung jawab moral kepada rakyat Sulawesi Tengah yang dulunya telah kami janjikan 12 program yang akan kami bantu untuk dikerjakan,”ujarnya.

Sementara itu, usai penandatanganan SK dan Berita Acara, KPU Sulawesi Tengah langsung menyerahkan seluruh dokumen kepada DPRD Sulawesi Tengah. Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira hadir dalam rapat pleno tersebut. Dokumen nantinya dibutuhkan untuk tahapan selanjutnya.

TERIMA SK DAN BA KPU – KPU Sulawesi Tengah menyerahkan seluruh dokumen berupa SK dan Berita Acara KPU kepada DPRD Sulawesi Tengah, yang diterima langsung Ketua DPRD Sulawesi Tengah, DR Hj. Nilam Sari Lawira SP,MP. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

“Hari ini langsung kami serahkan dokumen kepada DPRD Sulawesi Tengah,” kata Anggota KPU Sulawesi Tengah, Samsul Y Gafur.

Diketahui, Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir menang perolehan suara pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah 2020. Rusdy Mastura-Ma’mun Amir unggul dengan 891.334 suara atau sekitar 60 persen.

Sedangkan rivalnya, pasangan calon Mohamad Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala hanya meraih 604.033 suara atau sekitar 40 persen.

“Kami baru bisa menetapkan pasangan calon terpilih setelah MK menyampaikan secara resmi BRPK (Buku Registrasi Perkara Konstitusi) kepada KPU RI yang menandakan bahwa tidak ada yang mengajukan PHP (perselisihan hasil pemilihan ) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah di MK,” kata Samsul Y Gafur.

Sementara itu, 7 kabupaten kota di Sulteng yang juga melaksanakan pemilihan serentak 2020 masih harus menunggu penetapan atau Putusan Mahkamah Konstitusi. Data yang diperoleh, dari 132 permohonan PHP yang masuk ke MK, terdapat tujuh di antaranya pemilihan bupati/walikota di Sulteng yakni Banggai, Morowali Utara, Tojo Unauna, Poso, Sigi, Tolitoli, dan Palu.

Adapun tujuh pasangan calon yang mengajukan PHP ke MK dari Sulawesi Tengah yakni paslon nomor urut 3 di Pilkada Banggai (Ir. H. Herwin Yatim, M.M. dan H. Mustar Labolo). Berikutnya, paslon nomor urut 2 di Tojo Una-Una (Rendy M. Afandy Lamadjido dan Drs. Hasan Lasiata, M.M.); paslon nomor urut 2 di Pilkada Tolitoli (Muchtar Deluma, S.H.,M.M. dan Bakri Idrus). Paslon nomor urut 3 di Pilkada Kota Palu (Drs. Hidayat, M.Si. dan Hj. Habsa Yanti Ponulele, S.T., M.Si.).

Selanjutnya Darmin Agustinus Sigilipu dan Amdjad Lawasa, paslon nomor urut 2 di Pilkada Poso. Selanjutnya, Holiliana dan H. Abudin Halilu, paslon nomor urut 2 di Pilkada Morowali Utara. Serta Drs. H. Husen Habibu, M.H.I. dan Paulina, S.E., M.Si., paslon nomor urut 2 di Pilkada Sigi.

Anggota KPU Sulawesi Tengah, Sahran Raden, mengatakan, KPU provinsi, kabupaten kota yang terdapat perselisihan hasil pemilihan (PHP) ke MK, harus menunggu ketetapan atau Putusan MK sebelum menetapkan pasangan calon terpilih. (*)

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas