Home Sulselbar

Anak-Anak Pengungsi Mulai Sakit-sakitan

17
BUTUH PERHATIAN - Anak-anak di tenda-tenda pengungsian di luar Stadion Manakarra, Mamuju membutuh perhatian dan uluran tangan. Mereka belum mendapatkan selimut, obat-obatan dan susu. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)
  • Sepekan Pascagempa Mengguncang Sulawesi Barat

Mamuju, Metrosulawesi.id – Sepekan setelah gempa bumi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, anak-anak di tenda-tenda pengungsian mulai terserang berbagai penyakit.

Sejumlah pengungsi yang ditemui Metrosulawesi khawatir dengan kondisi anak-anak mereka. “Flu, demam sampai mencret. Kan sembarang dimakan disini,” kata Rusma, warga Jalan Tuna.

Rusmanceritakan bagaimana mereka tiba di pengungsian setelah gempa. “Kita lari dari rumah itu sekitar jam 02:15. Tidak pakai sendal. Yang kita pikirkan itu anak-anak. Yang penting selamat,” kata Rusma, warga Kelurahan Binanga.

Keluhan serupa dialami Fitri, Fadliyanti dan Masitah. Anak-anak mereka sejak sepekan di tenda pengungsian mulai terserang berbagai penyakit seperti diare, influenza dan demam. Mereka membutuhkan obat-obatan, selimut, pakaian anak-anak, minyak telon dan susu.

“Kalau ada bantuan selimut karena anak-anak kedinginan kalau malam. Tidak ada selimut dan minyak telon. Sarung yang dipakai mandi itu juga dipakai tidur,” kata Rusma.

Ibu lainnya mengatakan anaknya mulai hangat dan butuh obat penurun panas dan beringus.

“Kubilangji tadi ini mau ke situ ambil obat,” kata Fitri.

Demikian halnya Hamsinah. Warga Jalan Tuna itu mengaku anaknya mulai sakit setelah berada di pengungsian.

Hamsinah menyebutkan kondisi rumahnya yang rusak akibat guncangan gempa, Jumat subuh, 15 Januari 2021.

“Masih bisa ditempati tetapi kami takut untuk kembali. Waktu genpa, tabung haa dan kompor terlempar.

Kebanyakan anak-anak mulai terserang berbagsi penyakit setelah dua sampai tiga berada di tenda pengungsian. Ada juga anak memang sudah sakit sebelum mengungsi.

Sementara itu, puluhan anak-anak pengungsian di Stadion Manakarra mengikuti kegiatan trauma healing. Program ini dilakukan Bidang Psikologi TNI AL Surabaya.

Letkol Mawi dari perwira menengah Psikologi TNI AL mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi trauma dan kembali membuat anak-anak ceria, riang dan gembira.

“Dengan begitu anak-anak tidak ingat lagi apa yang dialami pada saat gemla. Bahkan sudah ada yang lupa dengan gempa,” kata Mawi.

Anak-anak yang mengikuti program ini berasal dari keluarga yang menempati tenda-tenda di Stadion Manakarra dan dari luar stadion.

Terserang Penyakit

Hasil pemeriksaan Tim Medis DPW NasDem Sulawesi Tengah, 250 KK pengungsi yang menempati kandang ayam di Kelurahan Dayanginna Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju mulai mengalami gangguan kesehatan.

Tim Medis dipimpin Dokter Herdyansyah Usman, dibantu tenaga medis perawat Firman dan Akkas Makkasau.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap pengungsi, berikut berbagai jenis penyakit yang dialami pengungsi, Infeksi saluran pernafasan, penyakit kulit seperti gatal gatal dan bisul, penyakit lambung dan saluran pencernaan, nyeri kepala dan otot, radang sendi.

“Dan ada pun penyakit penyakit kronis yang mulai tidak terkontrol karena ketersediaan layanan kesehatan yang kurang memadai seperti tekanan darah tinggi, asam urat tinggi, dan kolesterol meningkat,” ujar Dokter Herdyansyah, Rabu, 20/01/2021.

Dokter Herdyansyah menambahkan, bahwa berdasarkan pemeriksaan penyakit yang dikeluhkan para pengungsi terjadi akibat kondisi psikis yang terganggu saat gempa.

“Seperti bengkak lutut, itu akibat kepanikan dan memaksa untuk lari,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, jika tidak segera direlokasi, dikhawatirkan akan terjangkit penyakit lainnya, sebab kotoran ayam dapat menyebabkan sakit tipus.

“Jika psikis tertekan, bisa menurunkan sistem imun mereka. Dalam kondisi itulah berbagai penyakit akan menyerang, atau penyakit bawaan akan muncul kembali,” tutupnya.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas