Home Palu

Polda Sulteng Bangun SPKT Ramah Difabel

15
BATU PERTAMA - Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, saat meletakkan batu pertama pembangunan ruang SPKT Polda Sulteng, Rabu, 20 Januari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mulai Rabu, 20 Januari 2021, memulai pembangunan gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ramah bagi penyandang difabel dan ibu menyusui.

Pembangunan gedung SPKT Polda Sulteng yang berdekatan dengan Pos Penjagaan itu, dimulai dengan peletakan batu pertama, yang dilakukan oleh Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso, SH, bersama dengan  Wakapolda Sulteng.

Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso, SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa, gedung SPKT merupakan gerbang pelayanan Polri kepada masyarakat yang menyampaikan laporan dan pengaduan tentang kamtibmas, sehingga harus dibuat yang aman dan nyaman,

“Dari pelayanan ruang SPKT ini, nantinya akan terintegrasi dengan piket fungsi yang ada di Polda Sulteng  sehingga diharapkan semua laporan dan pengaduan terpusat di ruang SPKT,” ungkapnya.

Mantan Wadan korbrimob Polri ini juga menyampaikan bahwa pembangunan ruang SPKT murni menggunakan dana hibah dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2021.

“Targetnya akhir bulan Maret 2021, selesai dan pembangunan ini menggunakan dana hibah,” tuturnya.

Sementara itu, Irwasda Polda Sulteng Kombes Polisi Ai Afriandi, SIK, MM selaku ketua panitia pelaksana pembangunan ruang SPKT, dalam laporannya mengatakan ruang SPKT dibangun dua lantai, diatas tanah dengan luas 546 meter persegi dan luas bangunan 360 meter persegi

“Ruang SPKT ini, dibuat lebih baik dan lebih representatif guna memenuhi standar pelayanan, yaitu ruang yang ramah terhadap difabel dengan dilengkapi ruang konselling, ruang ibu menyusui, ruang baca dan ruang toilet,” jelasnya.

Hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan ruang SPKT adalah Wakapolda Sulteng, Irwasda, pejabat utama Polda Sulteng, dan tamu undangan lainnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas