Home Hukum & Kriminal

Kades Sebut Ada Oknum Polisi di Lokasi Perjudian

43
ILUSTRASI - Judi sabung ayam. (Foto: Istimewa)
  • Kapolsek Tak Tahu, Kapolres Siap Tindak

Poso, Metrosulawesi.id – Warga Desa Meko Kecamatan Pamona Barat semakin resah akibat maraknya praktik judi sabung ayam di desa mereka.

Salah satu warga  desa Meko Cristian menjelaskan,  praktik judi sabung ayam saat ini berlangsung tiap hari di jalan masuk pengambilan material pasir sekitar Sungai Meko.

“Permainan sabung ayam berlangsung siang hingga sore hari, pemain sabung ayam selain warga desa Meko, juga warga kampung sebelah serta orang luar dari Tentena dan sekitarnya, padahal kegiatan ini sudah berhenti sejak terekspose ke media, namun sekarang makin ramai, ada ratusan orang keluar masuk ke arena sabung ayam tersebut, ” tegas Charles yang juga sebagai Linmas di Desa Meko.

Disinggung dirinya sebagai seorang Linmas desa mengapa tidak berani bertindak atau membubarkan giat tersebut ataukah melaporkan ke tokoh agama termasuk kades atau aparat kepolisian setempat, dijelaskan nya, persoalan ini sudah sampai ke desa bahkan tokoh agama setempat juga merasa prihatin.

“Bagaimana kita mau bubarkan giat tersebut, sementara ada oknum polisi Ikut bermain bahkan menjadi pengamanan di sana, ” ujarnya.

“Tokoh agama  tidak ada yang berkutik, tidak punya keberanian dan pura-pura tidak tahu. Warga juga tahu tapi diam saja, takut,” katanya kepada wartawan Selasa 19 Januari 2021.

Ia menduga,  pihak Polsek Pamona Barat sudah tahu praktik judi tersebut. Hal ini dikarenakan lokasi perjudian yang tidak lazim lagi di Desa Meko,  sementara setiap desa juga ada Bhabinkamtibmas.

Menurutnya, sangat sulit diterima logika sehat bila ada praktik judi bisa berjalan aman hingga berbulan-bulan tanpa diketahui aparat. Sementara Kepala Desa Meko I Gede Sukaartana dihubungi wartawan terkait informasi judi sabung ayam di wilayahnya tidak membantah. Dirinya membenarkan, bahkan katanya, perjudian sabung ayam berlangsung aman karena di dalamnya ada oknum polisi.

“Selaku aparat desa di sana, tentu kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi, desa Meko yang diketahui begitu santun dan nilai keagamaan begitu tinggi, kami ingin membubarkan, tetapi di lokasi ada oknum oknum polisi, itulah kendalanya,” ungkap I Gede.

Kapolsek Pamona Barat Iptu Asdi saat dikonfirmasi wartawan soal judi sabung ayam di wilayahnya bahkan menjadi ibukota kecamatan desa  Meko mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya judi tersebut.

Sementara Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Jusuf soal laporan judi sabung ayam di desa Meko termasuk ada oknum polisi yang sering berada di lokasi sebagai pengamanan kepada wartawan mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas