Home Sulselbar

Penyintas Ingin Pulang ke Rumah

26
RINDU RUMAH - Sahawiah bersama cucunya di tenda darurat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa, 19 Januari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)
  • Hari Keempat Pascagempa di Sulbar

Mamuju, Metrosulawesi.id – Sejumlah penyintas yang menempati tenda-tenda darurat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Barat menyatakan ingin pulang ke rumah. Keinginan mereka dengan alasan rumah masih bisa ditempati meski terdapat kerusakan.

Seperti yang dituturkan Sahawiah, warga Kelurahan Rangas, Kota Mamuju, Selasa, 19 Januari 2021.

Sahawiah mengaku rumahnya masih bisa ditempati meski ada kerusakan.

“Kami sudah ingin kembali ke rumah tapi belum diizinkan. Padahal rumah kami hanya mengalami kerusakan kecil,” kata Sahawiah.

Sambil meneteskan air mata, Sahawiah bercerita bagainana mereka menyelamatkan usai gempa bumi berkekuatan 6,2 mengguncang rumahnya. Seisi rumah berantakan. Lemari-lemari ambruk dan isinya terhempas ke lantai.

“Setelah guncangan, saya keluar dari kamar dan berlari di antara pecahan beling gelas dan piring yang berhamburan,” ujar Sahawiah.

Didampingi suaminya, Sahawiah menyatakan, segera meminta suaminya untuk mengambil motor dan secepatnya menuju tempat yang lebih tinggi.

“Kami takut kalau setelah gempa air naik sehingga tempat yang lebih tinggi menjadi sasaran seperti di halaman kantor gubernur,” ujar Sahawiah.

Soal logistik di pengungsian, Sahawiah mengaku masih cukup.

“Kebutuhan makan dan minum cukuplah,” katanya.

Penyintas lainnya Asriyanti mengeluhkan minimnya perhatia terhadap mereka.

“Baru sekali datang memberikan bantuan beras dan telur sejak kami ada disini,” kata Asriyanti.

Keluhan lainnya tidak tersedianya air bersih dan air minum.

“Kadang kami harus beli sendiri,” kata Asriyanti.

Keluhan juga datang dari Wahyu. Dia bersama sesama penyintas lainnya mengeluhkan bantuan makanan siap saji dari dapur umum.

“Kadang makan siang nanti sore dan makan malam sudah menjelang larut,” kata Wahyu.

Wahyu memintas agar bahan mentah diserahkan saja untuk dimasak sendiri tetapi ditolak petugas.

Sementara itu, Koordinator Tagana Kadri yang menangani dapur umum menyebutka bantuan makanan siap saji tetap lancar setiap harinya.

“Sejauh ini tidak ada masalah dalam menyiapkan makanan bagi warga yang masih di tenda. Hanya memang proses membungkusnya yang butuh waktu karena kami harus membungkus seribu lebih,” kata Kadri.

Distribusi Logistik

Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Tengah Atha Mahmud bersama anggota fraksi Nasdem DPR RI Farah Megasari Singkatu menyerahkan langsung bantuan kepada penyinras di salah satu titik pengungsian.

Rombongan Nasdem berkeliling untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang ada di sekitar Stadion Manakarra. Cukup banyak penyintas di titik tersebut. Mereka diminta untuk mendata jumlah keluarga yang akan diberikan bantuan.

Presiden Joko Widodo sempat melakukan kunjungan ke Stadion Manakarra yang dijadikan pusat pengungsian.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas