Home Politik

Penetapan Gubernur Terpilih Dijadwalkan Jumat

Tanwir Lamaming. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)
  • Tujuh Daerah Menunggu Putusan MK

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah menjadwalkan penetapan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih pada Jumat 22 Januari 2021.

Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming mengatakan, sampai saat ini, masih menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK). Bila tak ada gugatan ke MK sebagaimana BRPK, maka penetapan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih dilakukan maksimal lima hari setelah KPU menerima BRPK.

“Direncanakan penetapan pada tanggal 22 Januari 2021,” ungkap Tanwir Lalaming kepada Metrosulawesi, Selasa 19 Januari 2021.

BRPK diserahkan oleh MK kepada KPU RI pada 18 dan 19 Januari 2020. Jadwal penyampaian BRPK tersebut berdasarkan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Tahapan, Kegiatan, dan Jadwal Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Selanjutnya, kata Tanwir Lamaming, KPU RI menyampaikan BRPK ke KPU provinsi. Paling lambat lima hari setelah BRPK diterima, maka KPU Sulteng akan melakukan penetapan. Namun, sampai sore kemarin BPRK belum diterima oleh KPU Sulteng.

“Kami tunggu BRPK hari ini, sesuai PMK Nomor 8 Tahun 2020. Kalau sudah ada, maka rencana tanggal 22 dilakukan penetapan,” jelasnya.

Saat penetapan nanti, KPU Sulteng akan mengundang dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, dan Bawaslu Sulteng.

“Tahapan terakhir, kita undang juga Forkopinda,” ujarnya.

Diketahui, dari sembilan pilkada di Sulawesi Tengah, hanya dua yang tidak digugat ke MK yakni Pilgub Sulteng dan Pilbup Banggai Laut.

Pada Desember 2020 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah telah menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah 2020.

Pasangan Mohamad Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala meraih 604.033 suara atau sekitar 40 persen. Sedangkan pasangan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir unggul dengan 891.334 suara atau sekitar 60 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura-Ma’mun Amir menang di sembilan kabupaten/kota dan kalah perolehan suara di empat kabupaten. Rusdy Mastura hanya kalah perolehan suara di daerah Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali Utara, dan Poso.

Sementara itu, Mahkamah Konstitusi (MK) menjadwalkan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) di tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah pada Kamis 28 Januari 2021. Sidang PHP untuk tujuh pilkada di Sulteng dilaksanakan pada hari yang sama, namun jam yang berbeda.

Pilkada Banggai dan Morowali Utara dilaksanakan pada pukul 11.15. Dilanjutkan Pilkada Tojo Unauna, Poso, dan Sigi pada pukul 15.15. Dan pada pukul 16.00, giliran PHP Pilkada Tolitoli dan Sigi.

Adapun pasangan calon yang mengajukan PHK ke MK yakni Ir. H. Herwin Yatim, M.M. dan H. Mustar Labolo, paslon nomor urut 3 (Banggai); Rendy M. Afandy Lamadjido dan Drs. Hasan Lasiata, M.M., paslon nomor urut 2 (Tojo Una-Una); Muchtar Deluma, S.H.,M.M. dan Bakri Idrus, paslon nomor urut 2 (Tolitoli); Drs. Hidayat, M.Si. dan Hj. Habsa Yanti Ponulele, S.T., M.Si., paslon nomor urut 3 (Kota Palu).

Selanjutnya Darmin Agustinus Sigilipu dan Amdjad Lawasa, paslon nomor urut 2 (Poso); Holiliana dan H. Abudin Halilu, paslon nomor urut 2 (Morowali Utara); serta Drs. H. Husen Habibu, M.H.I. dan Paulina, S.E., M.Si., paslon nomor urut 2 (Sigi).

Tanwir Lamaming mengatakan, penetapan calon terpilih pada pilkada yang mengajukan PHP ke MK akan dilaksanakan setelah adanya putusan.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas