Home Banggai

Kades Eteng Dilimpahkan ke Penuntut Umum

17
TAHAP II - Polres Banggai saat melaksanakan tahap II ke Kejari Banggai, pelaku pungli dan barang buktinya. (Foto: Dok. Polres Banggai)
  • Polres Banggai Laksanakan Tahap II Kasus Pungli ke  Kejari Banggai

Banggai, Metrosulawesi.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Banggai, Jumat 15 Januari 2021, melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus pungutan liar (punglii), dengan tersangka Kepada Desa Eteng, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, ke Kejaksaan Negeri Banggai.

Kasat Reskrim AKP Pino Ari SIK, dalam keterangan tertulisnya Sabtu 16 Januari 2021, menyatakan bahwa tersangka dan barang bukti kasus pungli tersebut dilimpahkan setelah penyidik pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banggai menyatakan berkas perkara tersebut lengkap atau P21.

“Tersangka berinisal BOU(44)yang merupakan Kepala Desa Eteng, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pungli dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) serta Surat Peryataan Tanda Batas,” ucapnya.

“Setelah dilakukan penyidikan dan cukup bukti, pada 13 Juni 2019 BOU ini kita ditetapkan sebagai tersangka,” tambahnya.

Pino menjelaskan bahwa kasus itu terjadi pada bulan September 2018 lalu. Dimana saat itu tersangka melakukan pungutan biaya penerbitan SKT serta Surat Peryataan Tanda Batas.

“Biaya pengurusan bervariasi yaitu sebesar, Rp. 50 ribu hingga Rp. 200 ribu per orang tergantung jenis dan luas tanahnya,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Pino menyatakan tersangka dikenakan Pasal 12 huruf (e) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Serta pidana denda paling sedikit Rp. 200 juta dan paling banyak Rp.1 Miliyar,” terangnya.

“Saya berharap kasus ini bisa menjadi peringatan kepada para kepala desa di Kabupaten Banggai agar tidak melakukan hal serupa dalam penerbitan SKT serta Surat Peryataan Tanda Batas,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi, Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas