Home Palu

Angka Kematian Covid di Palu Meningkat, Masyarakat Diimbau Disiplin Prokes

17
Plt. RSUD Anutapura Palu, dr Herry Mulyadi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, mengungkapkan, angka kematian karena Covid-19 di Kota Palu saat ini cukup tinggi.

“Ada sekitar 46 pasien positif sudah meninggal di Kota Palu, artinya angka kematian pasien Covid di Palu cukup tinggi, sehingga kita harus tetap  melakukan protap kesehatan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari,” kata Herry, melalui ponselnya, belum lama ini.

Kata Herry, melihat perkembangan yang sangat cukup pesat peningkatannya, tentunya ada hal-hal yang menghambat proses pelayanan antara lain adalah jumlah tempat tidur yang terbatas di Palu.

“Sehingga walaupun pemerintah provinsi maupun kota sudah menyiapkan sarana tempat isolasi mandiri, misalnya di Diklat dan Asrama Haji, namun masyarakat harus paham jika kondisi pasien positif tetap tanpa gejala bisa isolasi mandiri di rumah, dengan catatan pertama di rumah memiliki kamar tersendiri, kemudian mampu disiplin menjaga diri dengan keluarga, istri, anak, dan lainnya,” jelasnya.

Kemudian kata Herry, pasien OTG itu tidak dianjurkan keluar kemana-kemana, serta perlu diperhatikan jika masyarakat melakukan swab kemudian hasilnya belum keluar tetapi ada gejala, itu tidak boleh berkeliaran di keluar rumah.

“Tidak boleh keluar dari rumah, harus dimulai hari itu pada saat setelah ada gejala itu sudah harus isolasi mandiri,” katanya.

Dalam proses isolasi mandiri kata Herry, masyarakat harus paham asupan gizi vitamin C dan D, ditambah makanan yang mengandung gizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

“Dengan meningkatkan kekebalan tubuh kita, diharapkan virus Covid-19 ini sedikit bisa terhambat, dengan catatan apa yang kita lakukan yakni prosesnya menjaga jarak, menggunakan masker, kemudian sering-sering mencuci tangan,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan adalah bagian dari kehidupan saat ini, sehingga masyarakat sudah mengantisipasi apabila tidak memiliki gejala tidak perlu ke RS, sebab RS saat ini sangat terbatas.

“Perlu diketahui Rumah Sakit Anutapura sejak maret hingga Januari 2021 ini sudah 44 tenaga medis terkonfirmasi positif, dengan rincian dokter 11 orang, sisanya perawat dan lainnya. Sehingga masyarakat diharapkan betul-betul jangan menganggap enteng,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas