Home Palu

Pernah Terkonfirmasi Covid, Ratusan Tenaga Medis tak Divaksin

23
SIMULASI - Simulasi pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Kawatuna, Rabu, 13 Januari 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan Kota Palu telah menerima ribuan vaksin yang siap untuk digunakan mulai hari Kamis, 14 Januari 2021. Untuk tahap awal, vaksinasi hanya akan diberikan kepada kelompok terbatas, khususnya tenaga medis.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesling Dinas Kesehatan Kota Palu, drg Lutfiah MKM, pihaknya telah menerima sebanyak 5.740 vaksin dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Vaksin tersebut akan digunakan untuk tenaga medis di Kota Palu.

“Kami Dinas Kesehatan Kota Palu Insyaallah sudah siap melakukan vaksinasi, yang utama kepada tenaga kesehatan besok (hari ini),” ungkap Lutfia usai melakukan simulasi vaksinasi di Puskesmas Kawatuna, Rabu, 13 Januari 2021.

“Tadi (kemarin) sudah menjemput (vaksin)  di Balai POM Sulteng, dan sudah bisa diambil oleh 23 fasilitas kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit,” katanya.

Lutfia mengungkapkan, sebanyak 5.740 vaksin tersebut telah diambil oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Palu dari gudang farmasi Dinkes Provinsi Sulteng, dan telah ditempatkan di gudang farmasi Dinkes Kota Palu untuk kemudian akan diserahkan ke 23 fasilitas kesehatan yang ada di Kota Palu.

Kata dia,  untuk tahap awal, vaksinasi hanya akan diberikan kepada para tenaga medis selama 14 hari ke depan. Setelah itu,  vaksinasi akan kembali dilakukan terhadap orang yang sama untuk tahap kedua.

“Ini 14 hari masuk tahap kedua untu orang yang sama. Nanti kita jemput lagi vaksinnya sebelum 14 hari,” jelasnya.

Namun begitu, ada sekitar 200-an tenaga medis di Kota Palu yang tidak akan divaksin. Alasannya, ratusan tenaga medis tersebut sebelumnya telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Meskipun vaksinasi belum bisa diberikan kepada semua pihak, dia memastikan akan ada tahapan berikutnya yang peruntukannya untuk masyarakat umum.

Sementara itu, vaksinasi di Kota Palu menggunakan 23 fasilitas kesehatan, terdiri dari puskesmas dan rumah sakit. Semantara tenaga vaksinator sebanyak 24 orang. “Jumlah vaksinatornya 24 orang, khusus di (RS)  Madani sebanyak dua orang,” katanya.

Terkait vaksinasi, Lutfia juga mengingatkan bahwa vaksin tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari penyebaran virus corona, sehingga masyarakat yang nantinya telah divaksin harus tetap mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, cuci tangan, dan sebagainya.

“Kembali kita ingatkan, vaksinasi itu bukan segala-galanya. Ada beberapa persen untuk melindungi tubuh dan itu pun secara bertahap,” tandasnya.

Kata dia, setidaknya 80 pereen masyarakat di suatu daerah harus divaksin untuk menahan laju penyebaran virus corona. Masyarakat sendiri nantinya bisa memilih fasilitas mana yang ingin digunakan untuk mendapatkan vaksinasi melalui aplikasi.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas