Home Sulteng

Kadinkes Harap Tak Terjadi KIPI

14
VAKSINASI - Kadinkes Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, saat menerima vaksinasi perdana di RSUD Undata, Kamis, 14 Januari 2021. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, mengharapkan vaksinasi Sinovac berjalan lancar. Ia berharap tak terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Mudah-mudahan tak terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi atau yang disebut sebagai KIPI,” ungkap Adi di Palu, Jumat, 15 Januari 2021.

Menurutnya, jikapun terjadi KIPI, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi-antisipasi untuk penanganan sesuai kejadian yang timbul. Namun dia meyakini vaksin Sinovac aman karena sampai saat ini belum ada laporan KIPI yang cukup serius pasca menerima vaksinasi.

“Menurut teori, tidak ada kejadian yang serius dilaporkan bisa terjadi bengkak,” ucap Kadinkes.

Saat ini, vaksinasi Sinovac telah menyasar tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten/kota Sulawesi Tengah. Adi menyebut total nakes di daerah ini sebanyak 23.497 yang berdinas diberbagai rumah sakit dan pusat-pusat pelayanan kesehatan.

Dari jumlah itu, ada 440 orang nakes yang dipercaya menjadi vaksinator dan telah mengikuti pelatihan. Vaksinator adalah orang (nakes) yang ditunjuk untuk menyuntikkan vaksin kepada penerima.

Kadinkes menyebut penyuntikan vaksin untuk para nakes terbagi dalam dua termin yaitu Januari dan Februari 2021. Untuk Januari, total ada 9.065 nakes yang akan divaksin di Palu, Donggal, dan Poso. Sisanya 15.722 nakes di 10 kabupaten lainnya di Sulteng menerima vaksinasi termin kedua pada Februari mendatang.

Adapun pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat Provinsi Sulteng telah dilakukan di RSUD Undata pada Kamis, 14 Januari 2021. Diketahui, RSUD Undata salah satu rumah sakit yang mulai memberikan vaksinasi kepada nakes pada Jumat, 15 Januari 2021. Para nakes menerima satu dosis vaksin Sinovac.

“Nakes-nakes kita (RSUD Undata) akan divaksin secara bertahap,” ungkap Wakil Direktur RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja.

Amsyar menyebut ada sekitar 800 nakes di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah itu. Hanya saja, nantinya tidak akan semua menerima vaksin karena beberapa dinyatakan sudah pernah terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

“Kalau yang sudah pernah kena (terpapar Covid) tidak perlu lagi divaksin,” ucap dr Amsyar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas