Home Ekonomi

Kadin Sulbar: Ekonomi Mamuju Lumpuh

23
Tim Basarnas Sulawesi Barat sedang melakukan evakuasi salah satu korban gempabumi yang terjepit di reruntuhan salah satu bangunan yang rubuh. (Foto: Dok. Basarnas Mamuju)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 mengguncang di Kabupaten Majene dan Mamuju –ibukota Propinsi Sulawesi Barat, perekonomian menjadi lumpuh. Toko-toko dan swalayan tutup dan terhenti beroperasi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Bidang UMKM Kadin Sulawesi Barat, Safar saat dihubungi Metrosulawesi, Jumat sore, 15 Januari 2021.

Menurut Safar, saat ini masyarakat masih dalam kondisi siaga I dan itu sudah terkonfirmasi dari pemerintah (BMKG). Dan, masyarakat naik ke gunung untuk menjauhi pantai.

“Jadi hampir semua aktifitas ekonomi lumpuh. Kantor-kantor rusak, rumah-rumah sakit, toko-toko tutup. Belum lagi lesunya ekonomi karena corona. Betul-betul tidak ada aktifitas ekonomi saat ini. Kendalanya karena toko-toko dan pasar juga tutup semua,” kata Safar.

Soal dukungan Kadin Sulbar terhadap korban bencana, kata Safar, saat ini Kadin lebih fokus pada pengarahan situasi. Disamping itu membantu koordinasi untuk betul-betul program kesiapsiagaan bencana diturunkan segera.

“Beberapa kawan-kawan dari Kadin juga membuka posko di daerah masing-masing. Yang bisa kami lakukan saat ini adalah menghubungi kawan-kawan dari luar seperti Polewali dan lain-lain untuk berperan aktif membantu kota Mamuju. Karena saat ini kota Mamuju lumpuh,” kata Safar.

Bantu Korban Gempa Sulbar

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tengah dalam waktu dekat ini akan mengirim bantuan bagi korban bencana gempa bumi berkekuatan 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat.

Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah HM Nur Dg Rahmatu mengatakan hal itu, Jumat, 15 Januari 2021 di Palu.

Menurut Nur Rahmatu, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan dan mendata bantuan-bantuan yang dibutuhkan mendesak bagi korban.

“Baru selesai dirapatkan bersama teman-teman pengurus dan dunia usaha untuk mempersiapkan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana,” ujar Nur Rahmatu.

Nur Rahmatu juga senantiasa berkomunikasi dengan pengurus Kadin Sulawesi Barat untuk memperoleh data dan informasi dari daerah bencana.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas