Home Palu

Jangan Terulang Peretasan Website Untad

19
Prof Mahfudz. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengungkapkan keprihatinannya atas peretasan website Untad (Universitas Tadulako). Dia meminta jajarannya melakukan antisipasi agar peretasan website Untad tidak terulang.

“Saya berharap agar Kepala BAKP yang baru (Munari) terus melakukan pengawasan, koordinasi, dan komunikasi yang baik  dengan jajarannya, juga dengan pihak UPT TIK. Kedepannya, sistem IT di Untad harus lebih baik lagi. Jangan sampai terulang lagi kasus yang kita alami (peretasan) ini,” tegas Prof Mahfudz di Palu, Rabu, 13 Januari 2021.

Prof Mahfudz mengaku telah menerima informasi dari pihak Polda Sulteng bahwa pelaku peretas website Untad telah diamankan lengkap dengan barang bukti. Peretasan terhadap website Untad yaitu memasukkan nama mahasiswa sebagai penerima potongan uang kuliah tunggal (UKT) dengan besaran tertentu.

Selain itu, momentum penerimaan mahasiswa turut dimanfaatkan peretas dengan memasukkan nama peserta yang tidak lolos menjadi terdaftar sebagai mahasiswa baru Untad. Sebagi imbalan, peretas (pelaku) menerima sejumlah uang sebagai upah membobol website Untad.

“Menurut saya ada dua hal yang lemah dari kita, pertama ada oknum dari staf atau memang sistemnya kita yang lemah sehingga mudah dibobol,” ucap Rektor.

Rektor menambahkan tercatat dua orang dinyatakan sebagai pelaku peretasan website Untad. Satu merupakan alumni Untad dan satu lagi berstatus mahasiswa jurusan informatika. Untad dikatakan akan memecat mahasiswa peretas tersebut.

Seperti diketahui, kasus peretasan website Untad akhirnya menemukan titik terang. Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulteng berhasil mengungkap kasus pelanggaran UU ITE yang menyebabkan kerugian Untad hingga ratusan juta rupiah.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 13 Januari 2021, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, menjelaskan pelaku peretasan dilakukan oleh MYT(26) asal Palu Timur dan RH(24) asal Donggala. Menurut Didik, modus pelaku yaitu penipuan kepada beberapa orang tua calon mahasiswa baru melalui akun whatsapp dan mengatasnamakan admin dari Universitas Tadulako. Pelaku menawarkan dapat membantu untuk meloloskan calon mahasiswa ke Untad. Selain itu mereka bisa mengubah data nilai semester dan merubah besaran jumlah UKT Untad.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas