Home Palu

Tagara Motorcycle, Wadah Ekspresi Pecinta Motor

14
EVENT - Keseruan Tagara Motorcycle saat menggelar event Riding Gaduh 2019. (Foto: Dok. Tagara Motorcycle)

Palu, Metrosulawesi.id – Motor merupakan barang yang boleh dikatakan menjadi bagian hidup setiap orang. Dari motor, seiring berkembangnya zaman, kelompok atau komunitas pun bermunculan demi melestarikan serta mengembangkan kendaraan roda dua ini.

Motor berbagai merk dan tipe dengan segala macam kelompok atau komunitasnya turut berandil besar membentuk gaya hidup manusia. Namun sekat-sekat yang timbul dari daya tarik kuda besi itu diupayakan merangkul menjadi satu kesatuan para pecinta motor.

Adalah Tagara Motorcycle, sebuah wadah komunitas otomotif motor kostum yang digagas oleh seorang pemuda asal Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dialah Rudini Ruslan, lelaki berusia 25 tahun dengan sekelumit keresahannya perihal perkembangan motor di daerah tercintanya Bumi Tadulako.

Tagara yang diserap dari bahasa Suku Kaili yaitu kotor atau kumuh, menurut Rudini sebagai gerakan merangkul seluruh komunitas motor yang bermukim di Palu dan sekitarnya.

“Saya tidak mau sebut Tagara Motorcycle ini sebagai suatu komunitas atau sejenisnya, karena dari awal saya bentuk Tagara ini tidak baku, kaku, atau formal begitu,” kata Rudini ketika ngobrol bersama jurnalis Metrosulawesi di salah satu kedai kopi di Palu, Senin, 11 Januari 2020.

Tagara dibentuk Rudini bersama lima orang temannya. Keresahannya dengan perkembangan motor di Kota Palu pun kian membuncah dua bulan pascabencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi meluluh lantakan Kota Palu dan tiga kabupaten sekitarnya, hingga Rudini mencetuskan Tagara Motorcycle.

Rudini yang berkecimpung di dunia motor sejak 2009 menyimpan banyak gagasan tentang bagaimana caranya pecinta motor Kota Palu berkembang hingga ke kancah nasional.

Tak butuh waktu lama, sejak berdirinya Tagara Motorcycle, Rudini tancap gas membuat berbagai agenda dan acara yang tak hanya menyentuh pecinta motor saja, tetapi juga merangkul seluruh industri kreatif di Palu. Mulai dari musisi, pemain skate board, artis visual, bahkan UMKM dilibatkan Rudini melalui programnya bertajuk Tagara Moto Fest, 3-4 April 2020 lalu.

Bahkan niatan maju Rudini bermodalkan acara Tagara Moto Fest mengajak pecandu motor antar provinsi di Sulteng, Pulau Jawa, serta Bali turut memeriahkan agenda tersebut. Namun gagasan besar itu terpaksa harus ditunda akibat wabah pandemik Covid-19  yang menyebabr pesat hingga ke Kota Palu.

“Jelas sedih sekali, dengan budget pribadi yang sudah keluar jutaan rupiah ditambah berbagai talent sudah siap ikut, semuanya hilang sekejap. Tapi itu semua demi kesehatan kita semua di masa krisis ini,” tuturnya.

Selain event Tagara Moto Fest, Rudini juga menghadirkan berbagai wadah acara lainnya seperti Nomore (bermain) Tanah, Riding Gaduh yang telah berjalan sampai Volume 4, serta movie screening pemutaran film 1000 kilometer.

Rudini mengharapkan berbagai pecinta motor dengan beragam kelompoknya bersatu padu membangun kelestarian dan daya tarik motor itu sendiri, namun tak mengubah identitas masing-masing pecinta terhadap motornya.

Hal itu dibuktikannya dengan berbagai merk, jenis, dan tipe motor yang terlibat ketika Tagara Motorcycle melakukan agenda rutinnya yakni riding atau konvoi, seperti Yamaha Scorpio (Cooper), Yamaha RX-King Scrambrl, berbagai jenis scooter serta motor klasik.

“Karena kami di Tagara Motorcycle ini tak mempunyai ketua atau struktur organisasi, dengan begitu diharap semua kalangan pecinta motor tertarik meramaikan wadah ini. Konsisten dan membuka diri ke siapa pun itulah cara jitu kami,” pungkas Rudini.

Reporter: Faiz
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas