Trie Iriany Lamakampali. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Hortikultura dan Tanaman Pangan Provinsi Sulteng, Trie Iriany Lamakampali, mengungkapkan Sulawesi Tengah akan mendapat kucuran APBN untuk pengembangan produksi kedelai tahun 2021.

“Tahun ini ada sentuhan dari APBN untuk pengembangan kedelai, tetapi sebagian besar Satker Pusat, bukan Satker mandiri Sulawesi Tengah. Artinya, kita menyiapkan CPCL (calon petani – calon lahan) di koordinir oleh provinsi untuk menerima bantuan,” ungkap Trie, Senin, 11 Januari 2021.

Dia mengungkapkan bantuan yang akan diterima berupa barang meliputi benih kedelai bersertifikat, pupuk hayati, rhizobium dan herbisida yang diberikan kepada Kelompok tani/Gapoktan.

“Bantuan langsung barang, tidak kita (Sulteng) yang kelola keuangannya,” pungkas Trie Iriany.

Sebelumnya, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Hortikultura dan Tanaman Pangan Provinsi Sulteng, Retno Erningtyas, mengungkapkan Sulawesi Tengah mendapat alokasi bantuan produksi kedelai untuk 2021 mencapai 4.000 hektare (ha).

“Untuk tahun 2021 rencana alokasi kegiatan kedelai sebesar 125.000 ha. Provinsi Sulawesi Tengah mendapat alokasi 4.000 ha, sehingga diperlukan persiapan CPCL dari kabupaten/kota yang memungkinkan untuk tanam di bulan Februari-Maret,” ungkapnya dalam suatu kegiatan baru-baru ini.

Retno mengatakan tantangan yang dihadapi dalam pencapaian target luas tanam kedelai salah satunya adalah ketersediaan benih berkualitas (bersertifikat). Kebutuhan benih berkualitas pada musim tanam sering tidak dapat tercukupi karena ketiadaan benih di lapangan, sehingga petani menggunakan kedelai konsumsi sebagai benih. Harga jual benih yang lebih tinggi dibanding harga kedelai konsumsi merupakan salah satu motivasi bagi penangkar.

Untuk itu, penangkar benih kedelai membutuhkan ketelatenan dan penambahan kegiatan budidaya seperti rouging yang bertujuan untuk mempertahankan kemurnian dan mutu genetik varietas dan penanganan pascapanen yang berbeda dengan kedelai konsumsi.

Kendala lainnya pemanfaatan lahan kering yang perlu digenjot lokasi pertanaman kedelai, melalui program PATB atau PIP mengingat bahwa lokasi lahan kering di Kabupaten Donggala yang cukup luas dan tidak terfokus pada lahan sawah saja.

“Selain itu, tantangan saat ini adalah masih merebaknya pandemic Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya. Pertanian harus tetap maju, karena pertanianlah yang menjadi penopang perekonomian bangsa,” ujar Retno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas