Prof Dr KH Zainal Abidin M.Ag. (Foto: Ist)

Palu,  Metrosulawesi.id Salah satu tokoh Agama Islam di Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg menyatakan pelaksanaan program vaksinasi sebagai langkah pencegahan Covid-19 perlu dilakukan dengan cara yang berbudaya.

“Jangan menggunakan cara-cara yang bukan dari bagian budaya bangsa Indonesia,” kata Zainal, di Palu, Kamis, 14 Januari 2021.

Pernyataan  Zainal Abidin ini sekaitan dengan adanya informasi, bahwa pelaksanaan vaksinasi diikutkan dengan sanksi berupa denda dan penjara bagi pihak yang menolak divaksin.

Zainal Abidin  yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng menyatakan pelaksanaan vaksinasi tidak perlu diikutkan dengan sanksi berupa denda dan ancama penjara.

“Saya kira tidak perlu ada sanksi, upaya santun dan bermartabat sangat mungkin dilakukan dalam pelaksanaan vaksinasi,” ungkap Prof Zainal.

Ketua MUI Kota Palu ini,  mengatakan masyarakat Indonesia dengan budayanya di masing-masing daerah termasuk di Sulteng, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral.

“Masyarakat kita adalah masyarakat yang menjunjung moral dan kesantunan serta perlu sentuhan kasih dan sayang dalam pelaksanaan vaksinasi,” kata Guru Besar sekaligus Rektor Pertama IAIN Palu itu.

Karena itu, ia menegaskan pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan dengan pendekatan budaya di masing-masing daerah.

“Jangan menggunakan cara-cara yang bukan dari bagian budaya bangsa,” ujarnya.

Prof Zainal,  sepakat bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan kewajiban, bukan sekedar pilihan.

“Karena situasi darurat pandemi Covid -19, olehnya ini bukan soal pilihan mau atau tidak mau divaksin. Tetapi persoalannya  sangat mendesak, sehingga menjadi kewajiban,” ucap Prof Zainal.

Akan tetapi kewajiban itu tidak harus diikutkan dengan sanksi berupa denda dan penjara bagi pihak yang menolak divaksin.

“Disinilah pentingnya sosialisasi, memberikan pemahaman kepada masyarakat, dengan cara-cara berbudaya,” sebutnya. (*)

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas