Home Palu

Perdana, 16 Pejabat/Tokoh di Sulteng Divaksin Covid

31
Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. Zainal Abidin. (Foto: Ist)
  • Ketua MUI Palu: Tak Ada Alasan Menolak Vaksin Covid

Palu, Metrosulawesi.id – Pencanangan vaksinasi Sinovac tingkat Provinsi Sulteng dilaksanakan di RSUD Undata pagi ini, Kamis, 14 Januari, pukul 09.00 WITA. Pencanangan dilakukan dengan penyuntikan vaksin Sinovac kepada 16 pejabat daerah.

Wakil Direktur RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, mengungkapkan pihaknya akan memberlakukan pemeriksaan kepada pejabat yang akan menerima vaksin perdana Sinovac.

“Tahapan dimulai pendaftaran dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan suhu tubuh serta skrining. Saat skirining akan ditanya riwayat penyakit, sudah ada listnya, tinggal mau dicontreng. Dari pemeriksaan akan disimpulkan apakah layak atau tidak divaksinasi. Kalau layak langsung dilakukan penyuntikan,” ungkap Amsyar, Rabu, 13 Januari 2021.

Dia menyebut salah satu hal yang memungkinan seseorang tidak bisa divaksin dari pemeriksaan apabila mengidap penyakit tertentu, diantaranya darah tinggi, diabetes meletus, dan gangguan saluran nafas.

“Tapi meskipun ada tekanan darah tinggi kalau sudah terkendali mungkin akan bisa divaksin,” ucapnya.

Amsyar menjelaskan pelaksanaan vaksinasi dilakukan di salah satu ruangan di RSUD Undata. Tenaga kesehatan yang akan melakukan pelayanan vaksinasi perdana di RSUD Undata sebanyak tujuh orang.

Adapun 16 pejabat/tokoh yang akan menerima vaksin perdana di RSUD Undata yaitu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng, Faisal Mang, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulteng, Yopie Morya Immanuel Patiro, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewanto.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Muharram Nurdin, Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Hery Santoso, dan Irwasda Polda Sulteng, AKBP Al Arifandi.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr I Komang Adi Sujendra, Direktur RSUD Madani, dr Nirwansyah Parampasi, Plt Direktur RSUD Anutapura, drg Heri Mulyadi, dan Direktur Kepatuhan Bank Sulteng, Judy Koagow.

Kemudian Kepala Balai POM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, Ketua IDI, dr Putu Melaya, Ketua IBI, Euis Bianca, DPW PPNI, Fptison, dan perwakilan Tokoh Masyarakat, Frangky Waleleng.

16 PEJABAT/TOKOH SULTENG SIAP DIVAKSIN
Faisal Mang (Asisten I Setda)
Yopie Morya Patiro (Karo Hukum)
Rudi Dewanto (Karo Ekbang)
Muharram Nurdin (Wakil Ketua DPRD)
Irjen Abdul Rakhman (Kapolda)
Brigjen Hery Santoso (Waka Polda)
AKBP Al Arifandi (Irwasda Polda)
dr I Komang Adi Sujendra (Kadis Kesehatan)
dr Nirwansyah Parampasi (Direktur RSUD Madani)
drg Heri Mulyadi (Plt Direktur RSUD Anutapura)
Judy Koagow Direktur (Kepatuhan Bank Sulteng)
Fauzi Ferdiansyah (Kepala BPOM Palu)
dr Putu Melaya (Ketua IDI)
Euis Bianca (Ketua IBI)
Fptison (DPW PPNI)
Frangky Waleleng (Tokoh Masyarakat)

“Masing-masing pejabat penerima vaksin akan distuntik satu dosis. Kita tentu berharap pelaksanaan pencanangan vaksinasi Sinovac bisa berjalan lancar,” tandas Amsyar.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. Zainal Abidin mengungkapkan, MUI pusat telah mengeluarkan pernyataan sertifikat halal dan suci terhadap vaksin Covid-19, kemudian pengunaannya telah dibolehkan oleh BPOM, karena menyakut keamanan, kualitas, serta tingkat kesembuhannya berdasarkan rekomendasi BPOM dan semuanya dalam kondisi baik.

“Olehnya itu tidak ada alasan bagi kita untuk menolak di vaksin, selain itu juga bahwa proses-proses dari BPOM itu tetap diawasi oleh perwakilan WHO yang ada di Indonesia, dan tentunya telah memenuhi standar operasional prosedur, apa yang disyaratkan oleh WHO tentunya diikuti oleh SOP yang ada di Indonesia,” kata Zainal, saat dihubungi Metro Sulawesi, Rabu, 13 Januari 2021.

Selain itu kata Zainal, dengan adanya ujicoba lagi oleh Bio Farma bekerjasama dengan Universitas Pajajaranya, tentunya dari sekian ribu orang yang dilakukan uji klinis maka dampak dari vaksin tersebut hanya ada gejala ringan mendekati satu persen.

“Gejala-gejala ringan seperti panas badan, gatal-gatal, itu hanya satu persen dari 1.000 orang, artinya resiko sangat kecil sekali. Dari semuanya itulah tentunya menurut saya bukan lagi menjadi pilihan mau atau tidak mau tetapi vaksin ini adalah sangat bermanfaat, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tanah air kita ini,” ujarnya.

Zainal berharap, masyarakat percaya kepada pemerintah, jika ingin mendapatkan informasi soal vaksin tanyakan kepada pihak-pihak yang memiliki komptensi dibidang vaksin, misalnya dokter, tenaga kesehatan, atau langsung mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan setempat.

“Sehingga tidak hanya mendapatkan informasi lewat media sosial, dengan demikian kita berharap ada kesadaran dari masyarakat kita, agar benar-benar pada saatnya nanti setelah semua masyarakat kita mendapatkan vaksin. Insya allah Covid-19 segera terangkat, sehingga imunitas masyarakat kita semakin baik, sehat, dan dapat beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Dengan demikian kata Zainal, akan terwujud ekonomi yang baik serta kesejahteraan, dan kedamaianya serta kebahagiaan semuanya.

“Terkait vaksinasi untuk tokoh agama sudah direkomendasikan dari FKUB salah seorang tokoh agama kita, dari Bala Keselamatan namanya Frengky waleleng. Sebenarnya saya juga mau di vaksin tetapi tidak memenuhi syarat sebagaimana yang diharapkan oleh berkompeten yakni usia dan lainya, seandainya memenuhi saya tentunya saya juga akan tampil,” katanya.

Reporter: Michael Simanjuntak, Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas