Home Sulteng

Kapolda Pertama di Sulteng, Tiga Pejabat Batal Suntik Vaksinasi

31
PERTAMA DIVAKSIN - Seremoni pencanangan vaksinasi dilaksanakan di salah satu ruangan RSUD Undata, Kamis (14/1/2021). (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai di Sulawesi Tengah pada Kamis, 14 Januari 2021. Seremoni pencanangan vaksinasi dilaksanakan di salah satu ruangan RSUD Undata.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, mendapat kehormatan sebagai penerima vaksin pertama. Ia memulai vaksinasi dengan tahapan verifikasi pendaftaran di meja yang telah disiapkan pihak RSUD Undata. Setelah verifikasi, Kapolda mengikuti skrining diantaranya tensi darah dan pengukuran suhu tubuh.

Dalam dua tahapan ini, Kapolda dinyatakan layak menerima vaksin sehingga langsung diarahkan menuju ruang terpisah untuk penyuntikan vaksin Sinovac. Saat penyuntikan, Kapolda terlihat santai.

Usai menerima vaksin, ia diarahkan ke ruang observasi selama sekitar 30 menit dengan posisi duduk. Jenderal bintang dua itu mengaku merasa biasa-biasa saja pasca penyuntikan vaksin Sinovac.

“Alhamdulillah, sehat walafiat, tidak ada perasaan-perasaan pusing atau apapun. Muka saya tetap utuh, tidak ada bentol-bentol. Mudah-mudahan kekebalan tubuh kita lebih baik lagi,” ujar Kapolda.

Kapolda mengajak masyarakat menerima vaksin untuk menyelamatkan bangsa dari pandemi Covid-19. Sebab menurutnya menerima vaksin di masa pandemi merupakan kewajiban sebagai anak bangsa.

Sementara itu, penerima vaksinasi kedua diberikan kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Muharram Nurdin. Dengan prosedur yang sama, Muharram juga dinyatakan layak menerima vaksin Sinovac. Ia dalam posisi tensi darah 128/88 dengan suhu tubuh 36,8 derajat celcius.

“Saya juga mengharapkan masyarakat mau menerima vaksinasi karena ini ikhtiar kita untuk terbebas dari Covid-19,” ucap politisi PDI-P itu.

Tak hanya Kapolda dan Muharram, ada belasan pejabat dan perwakilan organisasi/lembaga serta tokoh masyarakat yang juga menerima vaksin perdana. Namun sayangnya, dari 17 orang yang harusnya menerima vaksin, ada tiga yang batal dan harus ditunda penyutikannya.

Wakil Direktur RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, menjelaskan tiga pejabat tersebut yakni Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulteng, Faisal Mang, Direktur RSUD Madani, dr Nirwansyah Parampasi, dan dirinya sendiri.

“Saya dan pak Nirwansyah terpaksa harus ditunda penyuntikan vaksin karena tensi darah tinggi, mungkin karena kelelahan. Saya harusnya ikut menerima vaksin mewakili RSUD Undata. Kalau pak asisten karena ada komorbit makanya tidak bisa terima vaksin,” jelas Amsyar.

Dia menambahkan, usai penyuntikan perdana, dijadwalkan 14 hari kemudian harus melakukan vaksinasi tahap kedua untuk satu dosis terakhir. Namun belum bisa dipastikan tempat pelaksanaannya.

‘Yang pejabat belum kami tahu, tapi kalau ke RS Undata lagi tentu akan kami fasilitasi,” tandas Amsyar. (*)

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas