Home Ekonomi

Penerimaan BC Pantoloan 242% Melebihi Target

10
Bea Cukai Pantoloan menggagalkan produk tanpa cukai dan merugikan penerimaan negara. (Foto: Dok BC Pantoloan)

Palu, Metrosulawesi.id – Pandemi COVID-19 yang tengah melanda tahun 2020 menyebabkan lemahnya perekonomian nasional yang berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, tidak menyurutkan semangat kerja Bea Cukai (BC) Pantoloan, baik dari segi pelayanan dan pengawasan.

Kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan, Alimuddin Lisaw menyampaikan bahwa Kantor Bea Cukai Pantoloan sepanjang tahun 2020 berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp. 27,5 miliar  dari target yang ditetapkan sebesar Rp 11,3 miliar lebih (242% dari target) penerimaan negara yang dikumpulkan tersebut meliputi Bea Masuk sebesar Rp 9.617.000,00 Bea Keluar Rp. 27.492.943.000,00 dan Cukai Rp. 26.790.000,00. Penerimaan utama berasal dari Bea Keluar atas komoditas Kelapa sawit (CPO dan turunannya) dan kakao.

Dari sisi pengawasan, Bea Cukai Pantoloan berhasil melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan kepabeanan dan cukai sebanyak 82 kali. Jumlah penindakan pada tahun 2020 meningkat dibandingkan pada tahun 2019, yaitu kenaikan sebesar 222% dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp3,4 miliar lebih.

Peningkatan aktivitas pengawasan terutama dilaksanakan dalam rangka pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau Ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol Ilegal. Selain itu, terdapat juga penindakan terhadap Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) illegal dan penyelundupan ballpress/pakaian bekas.

Tindak lanjut penindakan pada tahun 2020 dilakukan dengan cara pemusnahan barang bukti hasil penindakan berupa Hasil Tembakau Ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol Ilegal.

Kemudian terdapat empat kali penyidikan, tiga kasus diantaranya sudah diserahkan ke Kejaksaan atau sudah sampai tahap P21 yaitu penyelundupan 290 ball pakaian bekas yang berasal dari Tawau, Malaysia, selanjutnya penegahan rokok illegal sebanyak 720.000 batang dan juga 1.244.000 batang rokok illegal, sedangkan satu kasus masih dalam proses penyidikan.

Keberhasilan penindakan ini juga tidak lepas dari adanya sinergi Bea Cukai dengan Pemda setempat dan aparat penegak hukum lainnya yang terus berupaya melakukan penertiban terhadap peredaran barang-barang illegal.

“Kami berharap sinergi yang telah terbina dapat terus ditingkatkan”.

Bea Cukai Pantoloan juga bersama instansi lain berhasil menginisiasi ekspor perdana produk hasil Perikanan Sulawesi Tengah berupa Ilikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dengan negara tujuan ekspor Jepang, lebih tepatnya Kota Osaka.

Jumlah produk hasil perikanan yang dikirim pada ekspor perdana tersebut sebanyak 283 kilogram Ikan Tuna Sirip Kuning segar yang diangkut dengan menggunakan sarana pengangkut udara milik maskapai Garuda Indonesia.

Untuk menembus pasar perikanan internasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta instansi terkait terus melakukan asistensi dan memberikan fasilitas kepada pengusaha di bidang pengolahan produk hasil perikanan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan, Alimuddin Lisaw menyampaikan apresiasi atas kerjasama dan kontribusi dari instansi lain sehingga target di tahun 2020 dapat tercapai dan berharap agar kerjasama dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan di tahun 2021. (*/ptr)

Ayo tulis komentar cerdas