Home Hukum & Kriminal

Pemilik Usaha Madu Olahan, Digancar Hukuman 5 Tahun Penjara

12
KONFERENSI - Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto (kanan), didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol. Afrizal, saat menunjukan barang bukti Madu Olahan, saat konfrensi Pers di Mapolda Sulteng. (Foto: Dok. Humas Polda Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebanyak 753 botol madu hasil industri rumah tangga milik MR, di sebuah rumah Kos di Jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan Kecamatan Palu Selatan Kota Palu, pada Rabu 30 Desember 2020 digerebek Polisi.

Pelaku MR saat digrebek Polisi dari  Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Sulteng tidak dapat berkutik dan diketahui sementara mengolah madu dan melakukan pengemasan dalam botol.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol. Afrizal, dalam Konfrensi Pers, Senin 11 Januari 2021, di Mapolda Sulteng, mengatakan bahwa, dalam usahanya tersangka  MR (62),  yang tinggal di Jalan Anoa II Palu, memperdagangkan madunya di toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu.

“tersangka mengatakan bahwa madunya mempunyai legalitas dan diproduksi di Makasar, serta melabeli madu produksinya dengan menyebut “Madu tawon lebah alam, Madu alam lebah hutan dan Madu lengkeng lebah madu,” terangnya.

Didik juga menyebutkan bahwa dari toko obat, apotik dan swalayan di Kota Palu, pihaknya turut mengamnkan  madu hasil produksi tersangka sebanyak 664 botol.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Penelitian Obat dan Makanan (POM) Kota Palu didapat parameter PK HMF hasilnya 889.71 mg/kg yang seharusnya syarat maksimal 50 mg/kg, sehingga disimpulkan tidak memenuhi syarat,” ungkapnya.

Kabidhumas Polda Sulteng, juga mengungkapkan bahwa dari pengakuan tersangka MR, dirinya telah melakukan produksi madu olahannya di Kota Palu, sudah kurang lebih 2 tahun.Selain di Kota Palu, pemasaran yang dilakukan sampai di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Bersama barang bukti madu sebanyak 1.417 botol, petugas juga mengamankan barang-barang lain seperti bahan campuran pembuatan madu dan perlengkapan mengolah madu palsu.

“sebagaimana undang undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp.2 Milyar, serta undang undang tentang pangan sebagaimana di rubah dalam undang undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi, Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas