dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Vaksinasi Covid-19 di Daerah Mulai 14 Januari

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengungkapkan pelaksanaan vaksinasi Sinovac di daerah mulai 14 Januari 2021.

“Iya, mulai tanggal 14 Januari di provinsi secara nasional, tapi masih belum tahu, belum ada izin keluar,” ungkapnya menjawab Metrosulawesi, Senin, 11 Januari 2021.

Rencana vaksinasi yang maksud merupakan perdana dilakukan secara nasional, termasuk di Sulawesi Tengah. Telah ditentukan, untuk vaksin perdana harus diikuti pimpinan daerah dan perwakilan tokoh agama/masyarakat.

Sayangnya, untuk Sulteng, Gubernur H Longki Djanggola dan Wakil Gubernur Rusli Dg Palabbi tidak bisa divaksin. Kata Jumriani, gubernur dan wagub tak bisa divaksin karena dinyatakan positif terpapar Covid-19 pekan lalu.

“Tidak bisa, kan aturannya sudah begitu,” ucap mantan Plt Kepala Dinkes Provinsi Sulteng itu.

Dikatakan Jumriani, untuk perwakilan tokoh agama/masyarakat yang akan disuntikkan vaksin perdana belum diketahui. Sebagaimana telah ditetapkan, orang yang tidak bisa diberikan vaksin Sinovac yaitu yang sudah pernah terpapar Covid-19. Lalu, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, dan penderita penyakit jantung.

Selain itu, penderita penyakit autoimun (lupus, sjogren, vasculitis). Penderita ginjal, penderita reumatik autoimun, penderita penyakit pencernaan kronis, penderita penyakit hipertiroid, penderita kanker, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima transfusi.

Kemudian, penderita gejala ISPA (batuk, pilek, sesak nafas) dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi. Menderita diabetes meletus, penderita HIV, dan penderita penyakit paru (asma, tuberkulosis).

Seperti diketahui, Gubernur Longki dan Wagub Rusli dinyatakan positif terpapar Covid berdasarkan hasil swab test PCR pada Selasa, 5 Januari 2020. Longki dan Rusli dinyatakan positif tanpa gejala (OTG). Olehnya, isolasi mandiri dilaksanakan untuk menjalankan protokol kesehatan sampai dengan adanya hasil pemeriksaan swab lanjutan.

Juru bicara gubernur Sulteng, Drs M Haris Kariming mengatakan, setelah menjalani isolasi mandiri dan tes swab Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola dan wakilnya, Dr Rusli Dg Palabbi kini sudah berstatus negatif Covid-19. Sample tes swab kepada kedua pejabat itu diambil pada Sabtu 9 Januari 2021 dan pada Ahad 10 Januari 2021.

“Alhamdulillah, dari kedua tes swab Labkes dan Lab RSU Undata hasilnya negatif, baik gubernur bapak Longki, wakilnya bapak Rusli Dg Palabbi dan bapak Richard, Kadis Perindustrian Sulteng, sudah dinyatakan negatif Covid,” kata Haris.

Meski sudah negatif kata Haris, sesuai dengan aturan protokol kesehatan, Gubernur dan wakilnya masih tetap akan melanjutkan isolasi mandiri selama 10 hari kedepan.

Di bagian lain, Kadis Pertambangan dan ESDM Sulteng yang kini Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov itu, meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Reporter: Michael Simanjuntak, Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas