Home Donggala

Pembangunan Markas PMI Donggala Dimulakan

18
BATU PERTAMA - Bupati Kasman Lassa didampingi Ketua PMI Donggala Moh Yasin saat meletakkan batu pertama pembangunan Markas PMI Donggala, Minggu (10/1). (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Dibangun di Lahan 28 Ha, Anggarannya Rp1 Lebih

Donggala, Metrosulawesi.id – Kabupaten Donggala segera memiliki gedung kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Donggala. Kemarin (10/1), proses pembangunannya dimulakan yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Donggala, Kasman Lassa.

Markas PMI Donggala terletak di Kelurahan Gunung Bale atau persis berada di belakang Kantor Bupati Donggala. Biaya pembangunannya mencapai Rp1 miliar lebih.

Acara seremoni peletakan batu pertama dihadiri Ketua PMI Donggala Moh Yasin beserta para pengurus. “Kami berterima kasih kepada Pemda yang telah menghibahkan lokasi untuk pembangunan markas PMI Donggala. Sinergitas PMI-Pemda dalam kerja kemanusiaan harus dikedepankan,” kata Moh Yasin.

Di hadapan Bupati Donggala, Yasin berharap keberadaan markas PMI Donggala ini akan lebih bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Donggala utamanya pelayanan donor darah.

“Pelayanan kemanusiaan menjadi prioritas PMI Donggala. Masyarakat Donggala yang nantinya membutuhkan pertoloangn  akan kebutuhan darah tak perlu lagi harus ke Kota Palu, karena kita sudah memilki markas PMI yang nantinya dilengkapi dengan fasilitas memadai,” sebutnya.

Sementara itu Bupati Kasaman Lassa mengatakan PMI adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia, dan harus dipertahanakan. Olehnya pemda memberikan hibah berupa lahan seluas 28 hektar untuk pembangunan markas PMI Dongala.

“Lokasi ini sangat strategis, berada di tengah perkantroan Kelurahan Gunung Bale. Dulunya lokasi ini akan dibangun rumah Korpri. PMI harus ada di Donggala, dan salah satunya adalah pembangunan markas PMI sebagai identitas keberadaan PMI. Harapannya pemerintah daerah akan terus sejalan dengan PMI dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat Donggala,’’ kata Kasman.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas